Sejak tahun 2018, Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kabupaten Bantul telah menginisiasi gerakan bedah rumah secara mandiri. Mulanya, aksi ini baru mencakup Kapanewon Pleret saja. Kini pada tahun 2026, tepat pada hari lahir ke 92 GP Ansor, kegiatan bedah rumah diperluas hingga lima titik.
“Tahun ini, kami melakukan bedah rumah di lima titik, yaitu di Kalurahan Bawuran, Kalurahan Bangunharjo, Kalurahan Patalan, Kalurahan Selopamioro, dan Kalurahan Trimurti,” ujar Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Bantul, Ahmad Sidik saat launching bedah rumah tak layak huni di kediaman Sulastri, Minggu (31/5/2026).
Sulastri merupakan salah satu warga Jambon, Bawuran, Pleret, Bantul. GP Ansor memilih kediaman Sulastri untuk diperbaiki sebab rumah tersebut belum memiliki MCK (mandi, cuci, kakus) yang layak.
“Untuk pelaksanaan kegiatan, kami bekerja sama dengan Baznas Kabupaten Bantul. Tugas kami mungkin dikenal sebagai penjaga NKRI, ulama, dan agenda keagamaan. Tapi sebagaimana arahan pimpinan cabang, kami juga punya misi untuk membawa kemanfaatan bagi masyarakat sekitar,” imbuh Ahmad Sidik.
Senada dengan pernyataan tersebut, Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menyebut sebagai organisasi kepemudaan yang telah berdiri lama di Indonesia, GP Ansor sejatinya mengemban banyak amanah. Diantaranya mandat membela agama hingga mandat membela negara.
“Prinsipnya, soleh secara ritual, soleh juga secara sosial. Sesuai dengan konsep hablumminallah dan hablumminannas. Kepedulian sosial ini tidak terbatas pada bedah rumah saja. Coba tengok kanan kiri, tetangga terdekat, siapa yang masih kesusahan membeli beras atau bahkan mengakses fasilitas kesehatan,” ungkap Halim.
Kepedulian sosial ini, adalah wujud gotong royong dalam mengentaskan kemiskinan di Bantul. Hingga kini, angka kemiskinan di Bantul masih di angka 11,6 persen.
“Masih tinggi angkanya. Jadi, mari bahu membahu untuk mengurangi angka kemiskinan di Bantul,” pungkas Halim. (Els)





