Ajang Gala Siswa Indonesia (GSI) tingkat SMP Kabupaten Bantul 2026 resmi dibuka di Lapangan Dwi Windu, Senin (15/06/2026). Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta.
Sebanyak 13 tim perwakilan tiap kapanewon ambil bagian dalam ajang seleksi ini. Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bantul, Nugroho Eko Setyanto dalam laporannya menyebut 13 tim tersebut berasal dari 43 sekolah yang terdiri atas 32 SMP negeri dan 11 SMP swasta.
"Bahwa saat ini 13 kapanewon telah berpartisipasi dalam kegiatan ini dan 4 kapanewon belum bisa berpartisipasi. Diharapkan pada tahun mendatang seluruh kapanewon dapat turut berpartisipasi sehingga atlet-atlet siswa sepak bola Kabupaten Bantul dapat semakin menyemarakkan kompetisi dan menunjukkan kemampuan terbaiknya,” kata Nugroho.
Babak penyisihan GSI akan digelar pada tanggal 15, 17, 18, 19, dan 20 Juni 2026. Sementara babak semifinal akan berlangsung pada 23 Juni 2026 dan finalnya akan dilaksanakan pada 24 Juni 2026. “Tempat pelaksanaan babak penyisihan di Lapangan Dwi Windu Bantul, babak semifinal dan final di Stadion Sultan Agung Bantul,” imbuhnya.
Nugroho menjelaskan sistem pertandingan akan menggunakan sistem setengah kompetisi. Dari 13 tim kapanewon akan dibagi menjadi 4 grup yang masing-masing terdiri atas 3-4 tim dan juara dari masing-masing grup berhak melaju ke babak semifinal.
“Kemudian juga di dalam GSI ini juga dipertandingkan sepak bola putri yang mana memang tidak dipertandingkan secara langsung tetapi diseleksi," beber Nugroho.
Sementara itu, Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta, dalam sambutannya mengatakan bahwa masyarakat Bantul mayoritas memiliki kegemaran dengan olahraga sepak bola. Dirinya berharap penyelenggaraan sepak bola di Bumi Projotamansari dapat semakin semarak.
"Kita tahu bahwa Kabupaten Bantul hampir 80% penduduk masyarakatnya senang dengan sepak bola. Banyak ibu-ibu, banyak remaja putri pun juga suka sepak bola. Sehingga di Bantul kami harapkan untuk semakin semarak penyelenggaraan sepakbola. Apakah itu antar SMP antar kapanewon maupun di masing-masing SSB,” tutur Wakil Bupati.
Gala Siswa Indonesia bukan semata menjadi ajang kompetisi olahraga sepak bola antar pelajar, tetapi juga sebagai wadah pembinaan karakter, disiplin, kerja sama tim, dan sportivitas bagi generasi muda. Untuk itu, Wakil Bupati berpesan agar para siswa menjunjung tinggi sportivitas. Wabup juga mengingatkan agar para siswa tetap mengutamakan kewajiban belajar disamping kesibukan berlatih.
“Kami berpesan ini tidak semata-mata menang ataupun kalah. Tetapi ini lebih mencerminkan suatu kekompakan kerja sama daripada tim sehingga tim harus sportif menjunjung tinggi sportifitasnya. Saya juga berpesan jangan lupa Jangan meninggalkan belajar, karena adek-adek nanti masih ke jenjang yang lebih tinggi yang ini memerlukan ketekunan daripada belajar," turur Wakil Bupati. (Fza)



