Mie Lethek Yu Murti, Mengemas Tradisi dalam Sebungkus Mie

Mie lethek, merupakan salah satu warisan kuliner dari Kabupaten Bantul. Menjadi salah satu warisan budaya tak benda, produsen mie lethek banyak dijumpai di wilayah Kapanewon Srandakan, terutama di Kalurahan Trimurti. Selain dijual mentah, kuliner mie lethek juga menjamur di wilayah Bantul. Dimasak dengan cara direbus ataupun digoreng, mie lethek memiliki cita rasa gurih yang khas, berpadu dengan tekstur yang kenyal, menjadi daya tarik tersendiri di lidah para penggemarnya. 

Bermula dari keinginan agar mie lethek dapat dinikmati hingga ke berbagai daerah, Desa Preneur Trimurti, yang diketuai oleh Sulastri mulai melakukan inovasi dengan mengemas mie lethek kemasan eceran siap masak. Dikemas menarik dengan berbagai varian rasa, mie lethek ini sudah dipasarkan melalui marketplace dan beberapa gerai oleh-oleh di wilayah Yogyakarta. 

Sulastri mengisahkan pada awal produksinya di Tahun 2024, mereka mengalami kendala dalam pemasaran. Beberapa toko pun menolak karena belum mengenal produk mie lethek instan ini.

“Pada awal produksi, kita sempat ditolak saat menawarkan produk kita di beberapa toko, mungkin karena mereka belum kenal dengan mie lethek instan ini. Namun kami terus mencoba dan pantang menyerah, sehingga saat ini produk kita sudah dipasarkan di 50 toko oleh-oleh di wilayah Yogyakarta,” ungkap Sulastri. 

Mie lethek Yu Murti dipasarkan dengan harga mulai 15 hingga 17 ribu rupiah, tergantung dengan varian rasanya. Setiap harinya dapat memproduksi 100 sampai 200 bungkus, dan akan meningkat saat musim liburan. Mie Lethek Yu Murti saat ini masih mengambil bahan baku mie lethek dari produsen di Padukukan Bendo, dan mengemasnya kembali dengan menambahkan bumbu dengan berbagai varian meliputi mie goreng, mie rebus original, mie rebus rasa soto, mie rebus rasa kari, dan mie rebus plencing. Mie Lethek Yu Murti ini tidak menggunakan bahan pengawet, namun masa simpannya bisa mencapai 6 hingga 10 bulan. 

Selain memproduksi Mie Lethek Yu Murti, Preneur Trimurti juga memproduksi air kelapa kemasan Pasti Coco. Air kelapa ini didapatkan dari produsen wingko babat yang banyak tersebar di sekitar Kalurahan Trimurti. Pasti coco merupakan air kelapa asli yang diberi perasa alami dari gula dan jeruk nipis. Namun produksi air kelapa kemasan ini masih menyesuaikan dengan pesanan karena masa simpannya hanya beberapa hari saja. (Pg)

Berbagi:

Pos Terbaru :