Festival Kethoprak 2026: Ingin Kembalikan Kethoprak Sesuai Pakem

Festival Kethoprak tingkat Kabupaten Bantul kembali digelar selama dua hari, yakni pada 26 - 27 Juni 2026 di Pendopo Kalurahan Wijirejo, Pandak. Selain sebagai bentuk pelestarian budaya, kegiatan ini dimaksudkan untuk mengembalikan kethoprak sesuai pakem. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Bantul, Yanatun Yunadiana, saat membuka Festival Kethoprak.

“Kami ingin mengembalikan kethoprak sesuai pakemnya. Agar nanti bisa dibedakan, mana kethoprak, mana teater. Untuk dialog, contohnya. Di kethoprak, punya pakem tersendiri,” ujar Yanatun.

Dalam sambutannya, Yanatun juga menyebut kegiatan ini sepenuhnya didanai oleh dana keistimewaan tahun anggaran 2026. Tema festival yang diambil adalah Mataram Pasca Perjanjian Giyanti. Untuk peserta, festival kethoprak kali ini tidak diikuti oleh 17 kapanewon, melainkan oleh gabungan kontingen antar kapanewon.

Festival ini disambut antusias oleh peserta. Semua peserta menunjukkan kualitas pementasan yang mumpuni serta semangat melestarikan budaya. Dari seluruh penampilan itu, dewan juri menetapkan kontingen Bambanglipuro, Kretek, dan Pundong sebagai Juara I Penyaji Terbaik. Disusul oleh kontingen Pandak, Sanden, dan Srandakan sebagai Juara II Penyaji Terbaik. Sementara Juara III Penyaji Terbaik diraih oleh kontingen Imogiri, Jetis, dan Dlingo.

Sementara itu, penghargaan perorangan diberikan kepada Ahmad Efendi sebagai Penulis Naskah Terbaik, Eka Madusari sebagai Sutradara Terbaik, Danan Jaya sebagai Pemeran Pria Terbaik, Endang Samiasih sebagai Pemeran Wanita Terbaik, Ki Bengok sebagai Pemeran Pembantu Pria Terbaik, Windarsih sebagai Pemeran Pembantu Wanita Terbaik, Gilang sebagai Penata Iringan Terbaik, serta Rio sebagai Artistik Terbaik. (Els)

Berbagi:

Pos Terbaru :