Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya terhadap personel Kontingen Garuda Bhayangkara Satgas Formed Police Unit (FPU) 8 MINUSCA yang akan menjalankan misi penegakan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Bangui, Afrika Tengah.
Hal tersebut disampaikan Bupati saat menghadiri Upacara Tradisi Pembaretan dan Penyematan Brevet Peacekeepers Kontingen Garuda Bhayangkara Satgas FPU 8 MINUSCA di Pantai Taman Gumuk Pasir, kawasan Pantai Parangtritis, Bantul, pada Jumat (11/9/2026).
Upacara tersebut dipimpin Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri Brigjen Pol. Dr. Untung Widyatmoko, S.I.K., M.H., dan menjadi bagian dari rangkaian persiapan personel Kontingen Garuda Bhayangkara sebelum menjalankan tugas dalam misi perdamaian PBB di Republik Afrika Tengah.
Bupati mengatakan, Pemerintah Kabupaten Bantul turut bersyukur dan bangga melihat kesiapan para personel Polri yang akan membawa nama Indonesia dalam misi perdamaian internasional.
“Kami turut bersyukur dan sekaligus bangga sebagai warga Indonesia melihat polisi-polisi muda kita demikian siap dan semangat untuk menjaga perdamaian di negara-negara konflik,” ujar Bupati.
Ia berharap seluruh personel dapat menjalankan misi dengan sebaik-baiknya serta senantiasa diberikan keselamatan selama melaksanakan tugas.
“Semoga mereka selamat dan dapat menjalankan misi sebagai peacekeeper, penjaga perdamaian di negara-negara yang memerlukan bantuan polisi dunia, di mana Indonesia bagian di dalamnya,” lanjutnya.
Berdasarkan laporan pelaksanaan latihan prapenugasan, tradisi pembaretan dan penyematan brevet merupakan bagian dari pembekalan bagi personel Kontingen Garuda Bhayangkara Satgas FPU 8 MINUSCA. Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat pengetahuan dan keterampilan personel sekaligus membangun solidaritas serta kekompakan tim melalui praktik lapangan dan pembelajaran berbasis skenario latihan.
Rangkaian latihan dilaksanakan pada 6–11 September 2026 sebagai salah satu tahapan persiapan sebelum personel menjalankan tugas dalam misi penegakan perdamaian PBB di Republik Afrika Tengah.
Kontingen Garuda Bhayangkara Satgas FPU 8 MINUSCA terdiri atas 150 personel yang berasal dari unsur Satuan Brigade Mobil (Satbrimob) dan kewilayahan. Komposisi tersebut terdiri atas 26 personel Polwan dan 124 personel Polki. Selain itu, terdapat 17 personel polisi asing yang berasal dari Brunei, Filipina, Kamboja, Malaysia, Myanmar, Nepal, Tiongkok, Timor Leste, dan Vietnam.
Dalam amanatnya, Brigjen Pol. Dr. Untung Widyatmoko menyampaikan apresiasi atas kerja keras dan dedikasi seluruh peserta selama mengikuti rangkaian latihan. Berbagai latihan fisik, praktik lapangan, maupun pembelajaran di kelas menjadi bagian dari proses pembentukan kesiapan, kekompakan, dan kebersamaan personel.
Menurutnya, berbagai tantangan yang dihadapi selama latihan merupakan bagian dari proses pembentukan personel yang tangguh dan andal dalam menghadapi tugas internasional.
“Berbagai tantangan dan kesulitan selama latihan telah berhasil kalian lewati. Semua pengalaman tersebut menjadi proses untuk membentuk kekompakan dan kebersamaan,” ungkapnya.
Ia berharap pengalaman yang diperoleh selama pelatihan dapat menjadi bekal bagi seluruh personel dalam menjalankan tugas serta memberikan kontribusi terbaik bagi institusi, bangsa, dan negara.
Upacara tersebut turut dihadiri Wakil Kepala Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta Brigjen Pol. Eddy Djunaedi, S.I.K.; Sekretaris NCB-Interpol Indonesia Brigjen Pol. Dani Hamdani, S.I.K., M.P.M.; Kepala Biro Misi Internasional Divhubinter Polri Brigjen Pol. Tommy Wibisono, S.I.K.; serta Kepala Biro Kerja Sama Internasional Divhubinter Polri Brigjen Pol. Dodied Prasetyo Aji, S.H., M.H.
Melalui kegiatan tersebut, Kontingen Garuda Bhayangkara Satgas FPU 8 MINUSCA diharapkan siap menjalankan tugas dalam misi perdamaian internasional serta membawa nama baik Indonesia dan berkontribusi dalam menjaga perdamaian dunia. (Ag-Fza)




