RAPI Wilayah 02 Bantul Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Wilayah 02 Kabupaten Bantul menyalurkan bantuan air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan di wilayah Kapanewon Imogiri, Dlingo, dan Pundong. Sebanyak 23 tangki air bersih disalurkan sebagai bentuk kepedulian dan gotong royong untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Kegiatan launching dropping bantuan air bersih tersebut berlangsung di Halaman Kantor Kapanewon Imogiri, Sabtu (12/9/2026). Kegiatan dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Bantul Agus Budiraharja, Panewu Imogiri Slamet Santosa, perwakilan Baznas Kabupaten Bantul Bidang Perencanaan dan Pelaporan Rosi Rispriyo Murti, Ketua RAPI Wilayah 02 Kabupaten Bantul, serta jajaran pengurus dan anggota RAPI Lokal Imogiri, Dlingo, dan Pundong, dan PMI.

Dalam sambutannya, Sekda Bantul Agus Budiraharja menyampaikan apresiasi terhadap RAPI Wilayah 02 Bantul yang turut mengambil peran dalam membantu masyarakat terdampak kekeringan. Menurutnya, RAPI tidak hanya menjadi komunitas yang bergerak di bidang komunikasi radio, tetapi juga memiliki semangat kerelawanan dan kepedulian terhadap masyarakat.

“RAPI ini komunitas yang berangkat dari pemerhati dan praktisi radio komunikasi. Namun, jiwa dan tindakannya adalah relawan. Ketika kita melihat pada bulan Agustus dan September terjadi kekeringan, maka kita harus berkontribusi memberikan air karena yang dibutuhkan masyarakat adalah air,” ujar Agus.

Agus mengatakan, pemenuhan kebutuhan air bersih menjadi hal penting bagi masyarakat yang berada di wilayah terdampak kekeringan. Air merupakan kebutuhan dasar sekaligus sumber kehidupan, sehingga ketika terjadi kekurangan air diperlukan kepedulian dan kehadiran bersama untuk membantu masyarakat.

“Air adalah sumber kehidupan. Kita tidak bisa hidup tanpa air. Ketika ada kekurangan air, pasti ada masalah krusial sehingga kita harus hadir,” tuturnya.

Ia juga mengapresiasi kolaborasi antara RAPI, Baznas, PMI, dan pemerintah dalam pelaksanaan dropping air bersih tersebut. Menurutnya, semangat gotong royong dan kolaborasi antarpihak menjadi bagian penting dalam membantu masyarakat menghadapi persoalan kemasyarakatan.

Agus berharap kegiatan tersebut dapat menjadi langkah awal bagi RAPI Wilayah 02 Bantul untuk semakin memperluas kontribusinya dalam berbagai kegiatan kemanusiaan. Tidak hanya dalam penanganan kekeringan, RAPI juga diharapkan dapat turut mendukung penanggulangan bencana, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga upaya pengentasan kemiskinan.

“Hal yang kita lakukan adalah kemanusiaan, untuk meringankan beban masyarakat dan memajukan masyarakat supaya mereka terentaskan dari masalah ekonomi dan masalah kemasyarakatan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Agus mendorong agar kolaborasi antara RAPI dan berbagai pihak dapat terus dikembangkan untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Bantul. Ia menilai semangat kerelawanan perlu terus dijaga melalui kegiatan-kegiatan yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Selain itu, Agus mengingatkan bahwa kondisi kekeringan juga berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran. Oleh karena itu, ia mengajak RAPI untuk turut berkontribusi dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai upaya pencegahan kebakaran, sekaligus membantu dalam penanganan ketika terjadi bencana.

“RAPI selalu hadir dalam kegiatan pemerintahan, kegiatan sosial kemasyarakatan, maupun penanggulangan bencana. Kita lebarkan dan tambahkan kontribusi supaya semakin banyak mendukung pemerintah dan masyarakat,” pungkasnya.

Penyaluran 23 tangki air bersih tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan di Kapanewon Imogiri, Dlingo, dan Pundong. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata semangat gotong royong dan kepedulian bersama dalam membantu masyarakat Kabupaten Bantul menghadapi dampak kekeringan. (Ag-Ami)

Berbagi:

Pos Terbaru :