Teknologi komunikasi menjadi jembatan bagi anggota Pramuka untuk memperluas persahabatan dan mengenal dunia. Semangat tersebut mewarnai pelaksanaan Jamboree on the Air dan Jamboree on the Internet (JOTA-JOTI) 2026 Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Bantul pada 16–18 Oktober 2026 di Gubuk Pramuka Bantul.
Sebanyak 360 anggota Pramuka mengikuti kegiatan ini, berdasarkan laporan Ketua Sangga Kerja JOTA-JOTI 2026, Kak Marisa Kurnia Dewi, peserta terdiri atas 155 Pramuka Penggalang, 203 Pramuka Penegak, dan dua Pramuka Pandega.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Ketua Pembina Anggota Muda Kwarcab Gerakan Pramuka Bantul, Kak Budi Priyono, S.Pd. Pelaksanaan JOTA-JOTI menjadi kesempatan bagi peserta untuk memadukan keterampilan kepramukaan dengan pengetahuan teknologi komunikasi dan informasi.
Dalam sambutannya Budi Priyono mengatakan, kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Kabupaten Bantul. Para anggota Pramuka mendapat bimbingan untuk mengenal komunikasi radio, mempelajari sandi Morse, serta memahami pemanfaatan internet untuk berkomunikasi dan menjalin persahabatan dengan anggota kepanduan dari berbagai negara.
“Kegiatan ini relevan dengan kebutuhan generasi muda yang tumbuh di tengah perkembangan teknologi. Anggota Pramuka tidak hanya dituntut memiliki keterampilan dasar kepramukaan, tetapi juga perlu mampu beradaptasi dengan perkembangan komunikasi dan informasi, “ucapnya.
Bagi anggota Pramuka, JOTA-JOTI bukan sekadar kegiatan menggunakan perangkat komunikasi. Kegiatan ini menghadirkan pengalaman belajar secara langsung, mulai dari mengenal cara kerja radio, memahami kode Morse, hingga menggunakan internet untuk bertukar informasi.
Melalui pendampingan ORARI Kabupaten Bantul, peserta berkesempatan mengenal komunikasi radio secara lebih dekat. Keterampilan tersebut memperkaya pengetahuan kepramukaan sekaligus memperkenalkan dunia radio amatir kepada generasi muda.
“Pembelajaran tersebut juga perlu diiringi dengan pemahaman tentang etika komunikasi dan keamanan digital. Peserta diharapkan mampu menjaga data pribadi, menggunakan internet secara bertanggung jawab, serta menghormati orang lain dalam setiap interaksi, “imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Bantul, Kak Emi Masruroh, M.Pd., dihubungi secara terpisah mengatakan pelaksanaan JOTA-JOTI 2026, memberikan ruang bagi anggota Pramuka untuk mengembangkan kecakapan komunikasi sekaligus membangun jejaring persahabatan lintas wilayah. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menumbuhkan rasa percaya diri, keterbukaan, dan kemampuan bekerja sama.
“JOTA-JOTI merupakan kesempatan bagi anggota Pramuka untuk mengembangkan keterampilan, mengenal teknologi komunikasi, dan memperluas persaudaraan hingga tingkat internasional. Kami berharap Pramuka Bantul semakin kreatif, berkarakter, dan mampu memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang positif, ”tuturnya.
Dari Bantul, semangat kepramukaan terus tumbuh melalui pembelajaran, teknologi, dan kolaborasi. Harapannya, generasi muda tidak hanya cakap menggunakan teknologi, tetapi juga memiliki karakter kuat, peduli terhadap sesama, dan mampu menjadikan komunikasi sebagai jembatan persaudaraan. (rch)




