Lingkungan bersih dan sehat( LBS ) tidak akan terealisasi tanpa peran serta masyarakat. Kesadaran tidak akan bisa muncul begitu saja apalagi dipaksakan. Namun ini hanya bisa muncul dari proses` adanya rasa memiliki, rasa tanggung jawab dan akhirnya akan memunculkan kesadaran pada diri pribadi, hal tersebut disampaikan Pj. Bupati Bantul, Drs. Sigit Sapto Raharjo dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asek Administrasi Umum, Sunarto, SH. M.Num. saat menerima Tim Evaluasi LBS, di dusun Kerto, Pleret, Pleret, bantul.
Lebih lanjut dikatakan LBS juga merupakan pendorong kepada masyarakat untuk membangkitkan kesadaran meiliki lingkungan yang bersih dan sehat. Juara merupakan harapan, penghargaan merupakan kebanggakan namun yang lebih penting bagaimana menciptakan etos kerja Bantul Projo Taman Sari, Sejahtera, Demokratis dan Agamis menjadi jiwa masyarakat Bantul.
Sementara Ketua Tim Evaluasi Prop. DIY, Dra. Anik Yudistawa, M.Si. mengatakan juara jangan menjadi akhir dari suatu kegiatan di masyarakat, karena itu hanya bagian dari peran pemerintah untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya kesahatan. Ini hanya bagian kecil dari usaha menciptakan kesadaran masyarakat dalam hal kebersihan lingkungan.
Melihat kegiatan masyarakat yang mampu mendaur ulang sampah menjadi barang yang bermanfaat, tentunya itu perlu mendapat aprisiasi dan penilaian tersendiri. Kita dari Tim Evaluasi hanya akan mengevaluasi apakah data yang masuk sama dengan yang ada di lapangan. Bila masih ada yang janggal tentunya akan cross cek ke petugas yang membuat laporan.
Camat Pleret, Walkodri menjelaskan kgeiatan lingkungan telah menjadi kegiatan rutin masyarakat, hal ini berkaitan dengan kesadaran akan kesehatan. Hal ini bisa kita lihat dari dukungan Kabupaten Bantul dengan SK No. 007/Kep/PKK Kab/X/2015, yang ditindak lanjuti dengan dukungan kecamatan dengan SK No. 01/Kep/PKK Kec/IX/2015 dan SK Desa No. 30/Kep /PKK DS/X/2015. (m)