UMKM Desa Murtigading, Lounching Makanan andalan

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) harus selalu dibina agar mampu meningkatkan baik produktifitas maupun kulaitas. Hal ini berkaitan dengan persaingan yang semakin lama semakin berat dengan hadirnya investor papan atas ikut bermain. Apalagi ketika MEA itu berlaku maka barang dan jasa bisa masuk ke kawasan Asia tanpa ada sekat, batas dan tidak ada pajak atau sudah berlaku pasar bebas Asia. Barang dari luar negeri juga begitu mudah masuk ke Indonesia termasuk menyerbu pasaran Bantul, hal tersebut dikatakan Penjabat Bupati Bantul, Sigit Sapto Raharjo, saat me lounching Gerai Produk Andalan Desa Murtigading, di Gedung Juang Veteran Bantul, Senin (7/12).

“Saya berharap produk UMKM lebih ditingkatkan baik produknya maupun kualitas. Persaingan akan semakin besar dengan hadirnya pengusaha besar atau persaingan global seperti MEA yang akan membuat perdagangan bebas,” jelasnya.

Pemkab Bantul sudah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan produk UMKM, diantaranya dengan pendampingan dan pembinaan. Sehingga kualitas produk bisa meningkat apalagi dengan dukungan berupa One Village One Product (OVOP), perekonomian akan merata.

Sementara Pj. Lurah Desa Murtigading, Rudy Suharta, SIP.MM. mengatakan setelah diresmikan maka produk UMKM Murtigading bisa didapatkan di show room komplek gedung Veteran mulai pukul 09.00 WIB. Produk yang ditampilkan tidak hanya makanan kering seperti ceriping, kacang telur, keripik pare dan lainnya namun juga makanan olahan basah. Semua diolah oleh warga dari 18 pedukuhan.

“Kami siap menerima pesanan baik makanan ringan ataupun berat. Untuk pengelolaan dilakukan oleh BUMDes Murtigading, dimana ketika order datang yang mengerjakan adalah Gakin”katanya.

Dengan program tersebut dirinya berharap dalam setahun mnimal bisa mengentaskan satu Gakin per pedusunan atau 18 orang per tahun. Desa Murtigading sendiri tahun lalu mampu mengentaskan kemiskinan 11 orang pertahun dan mendapat juara ketiga di Kab Bantul.

“kegiatan ini dibiayai oleh Alokasi Dana Desa (ADD) dan dilaksanakan oleh Penanggulangan Kemiskinan (TPK) Desa. Anggaran sekitar Rp. 360 juta untuk pedusunan. Selain pelatihan, kita juga memberikan bantuan alat serta saat ini membantu promo serta pemasaran dengan pembukaan show room” katanya.

Harapannya angka kemiskinan di Desa Murtigading yang masih cukup banyak ada sekitar 300 an KK bisa ditekan. (mw)

Berbagi:

Pos Terbaru :