Otonomi Daerah telah menjadi komitmen dan konsensus para pendiri bangsa Indonesia. Seiring dengan telah diberlakukan kebijakan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada tahun 2016, pemerintah daerah harus menata seluruh elemen otonomi daerah. Melalui otonom daerah, kita tidak akan kalah bersaing dengan Negara-negara lain, hal tersebut dikatakan Menteri Dalam Negeri, Cahyo Kumolo yang dibacakan Sekda Bantul, Drs. Riyantono, MSi. saat bertindak sebagai Inspektur Upacara Hari Otonomi Daerah ke XX, Senin (26/4)
Lebih lanjut dikatakan berdasarkan laporan World Economic Forum (WEF) dalam Global Competitivenes Tahun 2015-2016 dari hasil survey perigkat daya saing 144 negara, daya saing Indonesia berada pada peringkat ke-37, masih berada dibawah Negara ASEAN lainnya, seperti Singapura ke 2, Malaysia ke 18 dan Thailand ke-31.
Oleh karena itu, dalam rangka mempercepat pencapaian tujuan Nawa Cita, mewujudkan efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan negara di bidang ekonomi dan mendorong pertumbuhan iklim investasi di Indonesia, Presiden RI telah memberikan arahan kepada seuluruh pejabat untuk melaksanakan simplikasi regulasi yang menjadi kewenangan masing-masing.
Upacara yang diikuti semua Dinas Instansi, Kecamatan dan BUMD tersebut Sekda Bantul juga menerima Tropy sebagai juara umum Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) se DIY, yang diadakan di Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. (m)