Kekayaan Terbesar Sebuan Bangsa Adalah Manusia, Bukan SDAnya

Kekayaan sebuah bangsa adalah manusianya bukan sumber daya alamnya. Karena apabila manusianya berpotensi tinggi, merupakan manusia yang tangguh , maka suatu bangsa akan menjadi bangsa yang maju.

Hal tersebut disampaikan oleh Shinta SPd. MM dosen UNY Yogyakarta yang menjadi nara sumber dalam acara Seminar Parenting dengan judul Pola Asuh Remaja Untuk Wujudkan Ketahanan Keluarga yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Bantul berlangsung di Gedung Induk Lantai III, Jum'at (12/5).

Menurut Shinta kunci sukses mendidik anak adalah sabar, iklas dan syukur. Bahkan merurut Rosululloh SAW, tambahnya, dalam sabdanya berkata "Disdiklah anak-anakmu sesuai dengan jamannya".

"Mengacu dari sunah Rosul tersebut, maka tidaklah tepat jika kita sebagai orang tua saat menasehati anak menceritakan bahwa saat kita menjadi anak-anak dulu pergi ke sekolahpun tanpa sepatu, bahkan sampai ke sekolah dengan jalan kaki," katanya. Karena hal tersebut tidaklah tepat dan tidak mendidik secara positif, karena saat ini sudah jamannya yang serba praktis dan cepat, maka dalam memberikan contoh kepada anak-anak kita seharusnya sesuai dengan perkembangan jaman saat ini.

"Dalam mendidik anak-anak kita, yang utama kita praktekan contoh-contoh perilaku yang baik. Anak-anak muda masih sedikit pengalaman, dia tidak suka diceritakan tentang masa lalu, dia akan lebih suka jika diceritakan tentang masa depan," terang Dwi Setyowati.

Menurut pakar pendidikan faktor-faktor ketahanan keluarga diantaranya terjadinya komunikasi lancar, suasana nyaman dan bahagia, saling menguatkan, saling menyayangi dan menerima kekurangan maupun kelebihan satu sama lainnya.

Dalam sebuah hadist Nabi bersada "Janganlah meniru keluarga laba-laba, karena keluarga laba-laba adalah merupakan kelauarga paling rapuh". Sebetulnya jaring laba-laba merupakan serat yang sangat kuat, namun ketika ada hewan yang terperangakp disitu akan dimakan, jika tidak ada hewan terperanagkap maka anak-anaknyapun akan dimakan pula oleh induknya maupun oleh saudara laba-laba itu sendiri.

Pada acara yang dimoderatori oleh Ketua DWP Sekretariat Kabupaten Bantul Dra. Dwi Setyowati MT tersebut mengundang 200 orang terdiri dari unsur jajaran DWP Kabupaten, DWP Unit, Kecamatan dan Desa se Kabupaten Bantul. Panitia menghadirkan nara sumber yang lain yaitu dr Fita Noorsanti Pradanita. SP. Kj. yang menyampaikan tentang mengenali masalah psikiatri pada anak remaja. (Sit)

Berbagi:

Pos Terbaru :