Hal tersebut disampaikan oleh ustadz H. Muhammad Wahid Jamil M.Ag dari Kementrian Agama Kabupaten Bantul saat menyampaikan tausiyahnya pada acara Pengajian Bulan Ramadhan di Masjid Agung Bantul, Selasa (21/6).
Pada dasarnya , tambah utstadz, kesalehan penduduk bumi bisa menjaga kedamaian dunia. Namun kecerdasan seseorang tidak selalu diikuti dengan kecerdasan mengaplikasikan ilmu agamanya dalam kehidupan. Begitu pula ketekunan beribadah juga belum tentu sesuai dengan kualitas diri dalam kehidupan sehari-hari.
"Dengan puasa ini diharapkan akan dapat membentuk manusia meningkat kesalehan sosialnya yang akan mempunyai kepedulian tinggi terhadap kepincangan sosial, moral masyarakat sekitarnya," terang ustadz.
Pada acara yang juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Babupaten Bantul Drs. Riyantono, M Si, Asisten Sekda dan beberapa kepala SKPD tersebut ustadz Jamil menambahkan bahwa di dalam bulan Ramadhan terdapat sesuatu yang luar biasa yaitu lailatul qodar. "Jika kita ingin mendapat lailatul qodar, maka dari awal ramadhan kita harus sudah menyiapkan diri baik secara lahir maupun batin dan secara istiqomah menjalani ibadah-ibadah wajib maupun sunah dengan sepenuh hati.," kata ustadz Wahid Jamil.
Dengan banyak bersyukur, maka Alloh-pun telah berjanji dalam Al Quran yaitu "jika banyak bersyukur, maka akan Aku tambah nikmat-Ku kepadamu". Karena Rosulullah sebagai hamba Alloh yang sudah dijamin masuk surga, dalam kesehariannya selalu melakukan ibadah yang kuantitas maupun kualitasnya luar biasa yang menurut beliau merupakan manifestasi dari rasa syukur atas segala nikmat.
"Marilah kita lakukan amalan bulan Ramadhan ini menjadi manifestasi rasa syukur kepada Alloh SWT, sehingga dengan banyak bersyukur, Alloh akan memberikan kepada kita lebih banyak apa yang kita butuhkan," ajak ustadz Wahid Jamil.
Pada acara tersebut infak terkumpul Rp. 3.972.000,- (Sit)