Bantul Ekspo Sebagai Media Promosi Potensi Daerah

Penyelenggaran Bantul Ekspo (BE) Tahun 2016 dibuka oleh asisten Sekda II bidang Perekonomian dan Pembangunan DIY Ir. Gatot Saptadi MT mewakili Gubernur DIY Sri Sultan HB X berlangsung di halaman depan Komplek Pasar Seni Gabusan (PSG) Jl. Parang Tritis Km 9,5 Bantul, Senin (1/8). Pembukaan BE 2016 ditandai dengan pemukulan gong dan pengguntingan untaian bunga oleh Bupati Bantul Drs. Suharsono.

Sebanyak 215 stand pameran mengkuti acara tahunan, yang meliputi stand untuk intansi pemerintah diantaranya kecamatan se Kabupaten Bantul, dinas, badan, BUMD, BUMN , perbankan. LSM maupun lembaga lain dan peserta swasta umum, otomotif bahkan ada puluhan pedagang kaki lima. Walaupun Bantul Ekspo kali ini tanpa maskot kerajinan khas Bantul, namun pelaksanaannya tetap meriah.

Gubernur DIY dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Ir. Gatot Saptadi berharap Bantul Ekspo dapat menjadi media promosi potensi kerajinan rakyat di wilayah Kabupaten Bantul, sekaligus sebagai media yang efektif untuk mensosialisasikan hasil-hasil pembangunan. Menciptakan wahana interaksi bisnis langsung maupun jangka panjang untuk menjalin kerja sama yang saling menguntungkan antara pelaku uasaha dan pembeli.

Selain itu juga diharapkan, sasarannya adalah untuk mendorong masuknya investasi daerah sekaligus mengembangkan dan meningkatka volume perdagangan produk unggulan Kabupaten Bantul.

Bantul Ekspo 2016 dengan tema Makarya Mbangun Desa, diharap agar perekonomian Kabupaten Bantul menjadi lebih kuat dan berkembang kearah yang lebih baik dengan memanfaatkan momentum Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sebagai integrasi ekonomi. "Dengan upaya tersebut, kedepan peran pelaku usaha dalam perekonomian dapat ditingkatkan menjadi mitra usaha besar atau dapat berkembang menjadi pengusaha besar," katanya.

Kepala Bagian Humas Andhy Soelylistyo, SH. M.Hum selaku Ketua panitia mengatakan, BE tahun 2016 akan dilaksanakan selama 11 hari mulai tanggal 1 Agustus hingga 11 Agustus mendatang. Walaupun BE tahun ini tidak ada maskot produk kerajinan khas Bantul, namun antusiasme peserta dari pemerintah maupun dari kalangan suasta tetap besar, terbukti panitia tidak dapat memenuhi permintaan tambahan stan baik dari intansi pemerintah maupun dari permintaan suasta.

Hadir dalam acara tersebut diantaranya Bupati/ Wali Kota se DIY, Kepala Humas Kominfo se DIY, jajaran Forkompinda Kabupaten Bantul, Kepala Dinas, Instansi se Kabupaten Bantul, LSM, Insansi , suasta, Peserta Miss Bantul Ekspo tahun 2016 dan tamu undangan lainnya. (Sit)

Berbagi:

Pos Terbaru :