Keberadaan Mall Tidak Akan Mematikan Pasar Tradisional

Bupati Bantul Drs. Suharsono meyakinkan kepada kalangan pedagang pasar tradisional mangenahi rencana pembangunan mall di daerah perbatasan Bantul tidak akan mematikan keberadaan pasar tradisional.

Dihadapan perwakilan pedagang pasar dari 29 pasar tradisional di Bantul dalam acara Grebek Pasar di Halaman Kantor Pengelolaan Pasar Kabupaten Bantul,Kamis (11/8), bupati meyakinkan pemberli di pasar tradisional tidak akan beralih ke mall karena target pasarnya berbeda.

Bupati juga kembali menjelaskan perencanaan pembangunan mall di Bantul hanya akan diizinkan pada daerah pinggiran saja yang berbatasan dengan daerah lain serta tidak ditengah-tengah wialayah Bantul.

Segala rencana ini juga akan saya diskusikan dulu dengan Gubernur DIY. Kalau sesuai dengan tujuan dan mendapatkan izin, pasti akan dilakukan tetapi kalau tidak sesuai saya akan taat dengan perintah atasan, kata Bupati Bantul.

Rencana pembangunan mall di Bantul tidak lepas dari usaha untuk memajukan kesejahteraan bagi masyarakat Bantul. Uang hasil perbelanjaan di mall akan berputar dalam sekala lokal serta dengan adanya mall bisa menyerap tenaga kerja lokal.

Ketua Dewan Pengurus Wilayah Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI ) DIY GKR Mangkubumi mengungkapkan pasar tradisional, pasar modern dan mall tentu tidak akan masalah keberadaannya jika jaraknya diatur dengan benar.

Adanya mall tidak akan mematikan keberdaan pasar tradisional karena target keuntungan masing-masing juga akan terjaga. Munculnya banyak gejolak penolakan mall itu karena selama ini di Bantul belum pernah dibangun mall. Pemerintah Kabupaten Bantul juga harus memikirkan pengaturan dan etika bisnisnya, jangan sampai merugikan, ujarnya.

GKR Mangkubumi mengatakan sebaiknya jarak antara pasar tradisional dan pasar modern harus dikaji ulang. Aturan semula yang berjarak 3.000 meter sudah ideal namun kenyataan di lapangan saat ini masih banyak yang tidak taat pada aturan terebut.

Sementara Kepala Kantor Pengelolaan Pasar Kabupaten Bantul Slamet Santosa SIP menjelaskan acara Gerebeg Pasar digelar sebagai ajang mempromosikan pasar tradisional serta mendorong para pedagang untuk meningkatkan daya saing. Kantor Pengelolaan Pasar sudah merencanakan kegiatan kemarin sebagai agenda tahunan sebagai bentuk tanggung jawab atas pengelolaan pasar yang seharusnya membuat pasar tradisional tetap mampu bersaing dan lebih maju.

Namun ada beberapa pedagang pasar tradisional menyampaikan ketidak setujuannya terhadap rencana pendirian mall, karena meraka merasa takut jika dagangannya tidak laku, ditakutkan karena para pembeli akan berpindah belanja ke mall. (Sit)

Berbagi:

Pos Terbaru :