Hal tersebut disampaikan oleh Ustadz Ir. Agus Sungsang Sujoko MT saat menyampaikan tausiyahnya pada acara pengajian Selasa Kliwon bagi PNS, anggota TNI. POLRI, BUMD dan BUMD se Kabupaten Bantul di Serambi Mesjid Agung Bantul, Selasa (23/8).
Dibandingkan dengan mahluk lain, terang ustadz Agus, seperti hewan yang hanya diberi pikiran, tumbuhan hanya diberikan hak hidup, makan dan berkembang biak, begitu juga air, matahari, rembulan dan lainnya, dan sekalipun mahluk Tuhan yang paling patuh bernama malaikat yang tanpa dosa, namun hanya menerima dan menjalankan perintah untuk patuh dan patuh saja tanpa bisa menolak segala perintah Tuhan.
Maka dari itu yang berhak disembah adalah Tuhan sang pencipta alam semesta tersebut. Gunung, Laut, batu, dan segala ciptaan Tuhan, tidak dibenarkan dan tidak berhak disembah atau dianggap mempunyai kekuatan yang bisa memberikan manfaat kepada manusia, jika manusia menganggap bisa disembah maka hukumnya musyrik atau menduakan Tuhan, Alloh SWT.
Diciptakan manusia diberikan fasilitas dunia seisinya, namun harus patuh dan tunduk kepada Alloh SWT. Maka Manusia wajib beriman kepada Tuhan dan segala yang harus diimani. Sedangkan orang yang beriman tidak luput dari segala ujian Alloh SWT. Sesuai dengan inti sari dari firman Alloh SWT dalam Surat Al- Hujurat ayat 13 yang intinya antara lain bahwa Tuhan telah menciptakan manusia dari laki-laki dan perempuan serta bersuku-suku, berbangsa-bangsa agar saling mengenal. Sedang derajat yang paling tinggi diantara manusia adalah yang paling taqwa.
Dengan panduan Al Quran dan Al Hadidtz, terang ustadz Agus dan banyaknya ulama sebagai penerus ajaran Nabi Muhammad SAW, pada zaman sekarang ini umat Islam harus mempunyai banyak solusi kehidupan untuk memecahkan segala permasalahan untuk menjadi umat yang terbaik di muka bumi ini.
Sementara dalam acara yang diawali dengan tadarus Surat Yaasin bersama-sama tersebut ustadz menambahkan, bahwa semua orang beriman akan selalu menerima ujian hidup dari Alloh SWT, maka barang siapa yang bisa menerima ujian dengan sabar dan iklas, serta menerima nikmat sekecil apapun tetap bersyukur, maka akan menjadi insan yang berkualitas dalam beriman. Hanya iklas dalam beramal yang akan mengantarkan kita masuk surga, terang ustadz.
Ustadz menambahkan bahwa ketika kita kaya, miskin, sehat atau sakit, kita harus selalu berbaik sangka kepada Tuhan, bahwa semua itu terjadi karena merupakan kebaikan dari Alloh SWT.
Pada acara pengajian tersebut infak terkumpul sebesar Rp. 3.734.000,- (Sit)