Kawasan Industri Akan Dapat Serap 70.000 Naker

Pemkab. Bantul sudah beberapa tahun terahir ini secara serius mempersiapkan kawasan industri di Kecamatan Piyungan baik Desa Srimulyo maupun Desa Sitimulyo untuk bisa segera beroperasi 100 persen. Bahkan Gubernur DIY Sri Sultan HB X sudah meresmikan lokasi terminal atau semacam rest area untuk keperluan kuliner, pertokoan, dan berbagai keperluan baik bagi pengendara yang melintas, masyarakat maupun pekerja pabrik yang ada di kawasan tersebut.

Saat ini kawasan industri terus ditambah berbagai sarana dan prasarana yang ada untuk mendukung kawasan tersebut lebih cepat maju dan berkembang, kata Wakil Bupati KH. Abdul Halim Muslih kepada wartawan di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu.

Adapun fasilitas yang dimaksud di kawasan seluas 110 hektar itu diantaranya jalan lebar yang mampu diakses kendaraan-kendaraan besar semacam kontiner, penyediaan listrik, PAM atau air bersih dan fasilitas umum lainnya.

Saat ini untuk mengembangkan kawasan, Pemkab. Bantul sudah bermitra dengan PT Yogya Isti Parasa (YIP) sebagai pihak yang menjadi badan pengembang . PT. YIP inilah yang akan mengatur segala penataan maupun investor yang akan membuka pabrik di kawasan itu, termasuk untuk menyiapkan site plan.

Jika semua perusahaan beroperasi , menurut KH Abdul Halim Muslih, tidak kurang dari 70.000 tenaga kerja (naker) akan terserap. "Dengan adanya penyerapan naker terserbut, maka akan mampu mengurangi angka pengangguran di Bantul," katanya.

Ia bersama Bupati Bantul Drs. H Suharsono sudah berkomitmen bahwa dari total tenaga kerja tersebut sebanyak 70 persen harus diambil dari lokal Bantul. Karena memang semangat dari Pemkab Bantul adalah bagaimana masuknya investor ke Bantul memberikan manfaat bagi masyarakat di sini.

Dengan adanya investor tersebut diharapkan mampu menekan angka kemiskinan di Kabupaten Bantul, terangnya seraya menyebutkan bahwa saat ini angka kemiskinan di Bantul sebesar 14 persen.

Secara terpisah Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Bantul Drs. Sulistyanto, MPd. mengatakan, badan pengelola tersebut mirip yang ada di Batam yang awal pendiriannya sebagai kawasan industri ada badan otoritas Batam.

"Saya berharap, adanya pabrik-pabrik di kawasan itu bisa memberikan manfaat bagi masyarakat. Tentunya terkait penyerapan tenaga kerja dan peningkatan kesejahteraan," pungkasnya. (Sit)

Berbagi:

Pos Terbaru :