Anggota KPRI karya Bhakti Bantul Ikuti Pembinaan Pertanian Hidroponik , Tanaman Sayur Cara Hidroponik Pas Untuk Orang Sibuk Dengan Lahan Sempit

Budidaya tanaman hidroponik sangat sesuai bagi orang-orang yang sibuk dan hanya mempunyai lahan pekarangan sempit seperti di perumahan-perumahan maupun pemukiman di perkotaan. Untuk itu KPRI Karya Bhakti mengadakan Pembinaan Pertanian Hidroponik di Rumah Makan Organik 'Mamimu' Dusun Sedan Ngaglik Sleman selama sehari, Rabu (21/9).

Pembinaan pertanian Hidroponik diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari pengurus dan anggota KPRI Karya Bhakti perwakilan SKPD se Kabupaten Bantul.

Pada kesempatan tersebut Ketua KPRI Karya Bhakti Muhammmad Baried S. Sos MM selaku Ketua Panitia Penyelenggara melaporkan bahwa kegiatan pembinan sepeti ini merupakan kegitan tahunan. "Secara berseling kami mengadakan pembinaan anggota satu tahun di dalam lingkungan KPRI dan satu tahun dilakukan pembinaan di luar KPRI Karya Bhakti seperti di Sleman ini. Sedangkan program lainnya setiap tahun kami merekrut anggota baru dari SKPD se Kabupaten Bantul, karena kelancaran jalannya KPRI Karya Bhakti tergantung jumlah anggotanya pula," terang Baried.

Lebih lanjut Baried mengatakan bahwa, untuk tahun ini kami mengadakan pembinaan pertanian hidroponik, karena anggota KPRI adalah merupakan PNS di lingkungan Pemkab Bantul yang merupakan orang sibuk dengan waktu terbatas. Sehingga bagi mereka yang senang bertanam sayur maupun lainnya akan dapat menyalurkan kesenangan nya tersebut serta yang belum berminat pun akan tertarik bertanam cara hidroponik. "Ini karena caranya yang sederhana dan mudah serta tidak membutuhkan lahan yang luas," katanya.

Sementara Iqbal selaku nara sumber pada acara pembinaan tersebut menjelaskan secara panjang lebar tentang pertanian hidroponik di Aula Rumah Makan 'Mamimu' secara teori dan praktek dari cara menyemai bibit hingga cara panennya.

"Cara bertani hidroponik ini sebetulnya sangat mudah dan bisa dilakukan oleh siapa saja, karena kita hanya memanfaatkan bahan-bahan limbah rumah tangga sebagai tempat media tanam berupa air untuk tumbuh berbagai tanaman yang kita tanam dan bisa diletakan di teras rumah, halaman depan, samping maupun belakang rumah , bahkan dapat diletakkan di atap rumah atau juga digantungkan di teras rumah," jelas Iqbal.

Iqbal mencontohkan limbah rumah tangga yang bisa dimanfaatkan sebagai media pertanian hodroponik diantaranya bekas botol aqua, sisa pralon, bekas talang, stereoform bekas tempat buah maupun barang elektronik ditambah plastic mulsa, lem, dan rockwool sebagai media tanamnya.

Secara singkat Iqbal menjelaskan urutan bertanam hidroponik yaitu diawali dengan memotong rockwool sepanjang 4 cm dibagi empat bagian dengan serat rockwool arah keatas sehingga ketika bibit mulai tumbuh akarnya tidak putus karena akan mudah mencari celah.

Selanjutnya rockwool dibasahi air untuk disemaikan satu biji bibit sayur/buah di tiap bagian rockwool, terus diletakkan di tempat yang gelap selama 2 hari baru kemudian diletakkan di tempat yang kena sinar matahari sel;ama 14 hari. Baru bisa ditempatkan di media dari limbah rumah tangga tadi dengan dialiri air yang sudah dicampur pupuk mutrisi, pagi dan sore air dibuat bergerak agar oksigennya cukup.

Usai mengikuti pelatihan, peserta mendapat satu set bahan pertanian hidroponik untuk dipraktekkan di rumah masing-masing. (Sit)

Berbagi:

Pos Terbaru :