Kunjungan wisata baik masyarakat umum maupun pelajar sebenarnya bila dikelola dengan baik akan menghasilkan pemasukan bagi pemerintah daerah dan masyarakat umum di sekitarnya serta masyarakat pelaku ekonomi di bidang lainnya.
Kegiatan tahunan sekolah yang melakukan studi tour ke luar daerah mendapat respon positif oleh Pemerintah Kabupaten Bantul. Sebagai bentuk dukungan atas kegiatan tersebut Pemkab Bantul merespon dengan menggagas adanya kerjasama pertukaran wisata pelajar.
"Kunjungan wisatawan di Bantul rata-rata 3,5 juta. Namun setelah di evaluasi, dampak tingginya kunjungan wisatawan tak begitu terasa bagi peningkatan ekonomi di Bantul. Maka momen ini menjadi momen kita berbenah sebagai upaya melalui sektor pariwisata kita optimalkan pendapatan daerah dan masyarakat," ujar Wakil Bupati (Wabup) Bantul, H Abdul Halim Muslih disela pelaksanaan MoU dengan dengan empat kabupaten Propinsi Jawa Timur (Jatim) yakni Mojokerto, Blitar, Jember dan Probolinggo di Panggung Teater Hutan Pinus Mangunan Dlingo, Senin (31/10).
Diakui Wabup, kerjasama MoU ini teknisnya adalah kerjasama mengarahkan wisatawan pelajar yang tengah melakukan study tour untuk saling berkunjung mengenal potensi wisata di Jawa Timur serta Bantul. Dengan kerjasama ini Wabup menargetkan Bantul kedepan akan dipenuhi sekitar 200 ribu pelajar dari empat kabupaten yakni Mojokerto, Probolinggo, Blitar dan Jember. Untuk itu momen ini diharapkan dapat menjadi momen berbenah dalam upaya kesiapan menyambut wisatawan tersebut.
"Bantul masih sangat kekurangan penginapan atau homestay. Maka Pemkab akan mendorong penambahan dan kesiapan pembentukan penginapan dan hunian di desa-desa wisata di Bantul," jelas Wabup. (R)