Dalam sambutannya Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Sanden Drs. Slamet Raharjo, M.Pd. mengatakan, sebagai sekolah yang berada dijalur pantai dan berpotensi sewaktu-waktu terjadi bencana alam gempa bumi dan tsunami dan ditunjuk sebagai model sekolah siaga bencana oleh BPBD Bantul, dan kedepannya diharapkan bisa meminimalisir korban bencana alam.
Kepala Sekolah lebih lanjut, menyambut baik kerjasama antara sekolah dan BPBD Bantul menyelenggarakan program sekolah siaga bencana ini, dengan kerjasama ini diharapkan masyarakat dalam hali ini taruna dan taruni SMK Negeri 1 Sanden sadar akan kewaspadaan terhadap bahaya dan resiko yang diakibatkan oleh bencana alam.
Sementara Asisten III Bidang Sumber Daya dan Kesra Drs. Didik Warsito, M.Si. dalam sambutannya mengatakan, Bantul itu komplit akan macam bencana, suka atau tidak suka kita harus menyiapkan itu. Kesiapan dan kewaspadaan akan terjadinya bencana alam harus selalu diutamakan , karena sebagian besar bencana yang terjadi di Bantul ini tidak bisa diprediksikan. Walaupun kini sudah dipasang EWS mengikuti gempa yang terjadi dan hanya merespon terjadinya tsunami bukan memprediksi terjadinya tsunami.
Lebih lanjut Asisten III mengatakan, standart operasional procedure (SOP) penanganan bencana alam yang telah disimulasikan oleh taruna-taruni tadi mohon untuk disebarluaskan kepada masyarakat luas, sehingga bila terjadi bencana gempa bumi dan tsunami dapat meminimalisir korban jiwa dan harta benda.
Kebersamaan dan memegang teguh SOP kebencanaan sangatlah penting, dalam menghadapi situasi sulit, katanya. (rch)