Lurah Desa Triwidadi Slamet Riyanto dalam sambutannya mewakili panitia mengucapkan selamat datang dan berharap semoga santri Khotmil Quran menjadi anak yang berguna bagi agama nusa dan bangsa. Apresiasi yang setinggi-tingginya untuk para ustadz-ustadzah yang telah membimbing para santri selama ini.
Di sisi lain Lurah Desa mengatakan, Anggaran Desa Triwidadi tahun ini mencapai lebih kurang Rp. 3,4 M dan dana keuangan khusus menjadi lebih kurang Rp 4 M. Dalam pengajuan program pembangunan masyarakat dimohon untuk tidak mengajukan program pembangunan fisik saja, program-program untuk meningkatkan skill dan ketrampilan SDM harus diajukan agar masyarakat mampu menghadap era globalisasi dan meningkatkan usaha ekonomi produktif IUMK.
Sementara Camat Pajangan Yulius Suharta, S.Sos, M.Si. dalam sambutannya mengatakan perkenalannya dan permisi untuk masuk ke Desa Triwidadi dalam menjalankan tugasnya di Pajangan. Dan atas nama Pemerintah Kecamatan Pajangan mengapresiasi teselenggaranya acara pengajian akbar ini, semoga dengan adanya pendidikan agama untuk anak-anak menjadikan karakter dan akhlak anak-anak yang baik dan mulia. Semoga TKA Al Fajar kedepan semakin sukses.
Saya tebuka dan menerima masukan serta kritik dari masyarakat untuk meningkatkan pelayanan Pemerintah Kecamatan Pajangan dan rencana-rencana program yang akan dilaksanakan oleh Lurah agar diajukan di Musrenbang , dimana Musrenbang Kecamatan Pajangan dilaksanakan tanggal 9 Pebruari 2017 nanti, rencana dan usulan program dari Musrendus dan musrendanbangdes agar disampaikan disampaikan di Musrenbang kecamatan, ungkapnya.
Bupati Bantul Drs. H. Suharsono dalam sambutannya, sangat mengapresiasi kegiatan tasyakuran ini . Pendidikan agama agar ditanamkan sejak dini. Anak merupakan aset yang tak ternilai harganya, mereka calon penerus kita, sehingga sudah seharusnya kita memberikan yang terbaik buat anak-anak kita, penanaman akhlak dan budi pekerti lewat pendidikan TKA/TPA ini merupakan bukti nyata mempersiapkan anak yang mantab mental spiritualnya menghadapai perubahan jaman yang sedemikian cepat di era penuh persaingan global ini.
Di sisi lain Bupati mengatakan, sebagai manusia kita harus pandai-pandai mensyukuri nikmat yang diberikan Allah swt, hidup yang sumeleh agar hidup terasa tenang dan damai. Pengabdian saya untuk rakyat Bantul semata-mata untuk kemajuan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bantul secara transparan dan terbuka.
Untuk seluruh pejabat Pemerintahan di Bantul, temasuk saya jangan sampai korupsi, mari kita bersama-sama dan bener untuk meningkatkan kesejahteraan warga Bantul, kata Bupati.
Gus Muwafiq dari Jombor Sleman dalam tausyiyahnya mengatakan, manusia adalah khalifah dan pemimpin di dunia ini, karena kita produk Allah swt dari akherat. Jika ingin sukses, manusia harus bisa mengalahkan ngantuk dan mengisi di sebagian malam dengan amalan sholat, dzikir dan berdoa memohon apapun kepada Allah swt. Kegiatan mengaji dan menelaah isi Al Quran harus selalu ditingkatkan, agar hidup bisa tenang damai walau ujian melanda.
Lebih lanjut dia berpesan kepada para santri yang belajar membaca Al Quran dan mengaji agar senantiasa mendoakan kedua orang tuanya yang masih hidup maupun yang sudah meninggal. Semoga anak-anak ini bisa menjadi anak yang istiqomah. Negara Indonesia mempunyai Hafidz (penghafal) Al Quran terbanyak, semoga santri dari Desa Triwidadi ini kedepan dapat menyumbang penghafal Al Quran, harapannya. (rch)