Bantul Bidik Pekarangan untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Area lahan pekarangan di Kabupaten Bantul jauh lebih luas ketimbang area persawahan. Sebab itulah, Pemerintah Kabupaten Bantul bertekad untuk mengoptimalkan lahan pekarangan demi memperkuat ketahanan pangan. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul, Joko Waluyo, saat edukasi optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan di Prancak Glondong, Sewon, pada Sabtu (2/7/2025).

“Kami menggandeng KWT (Kelompok Wanita Tani) yang ada di Bantul dan mendorong mereka untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan. Saat ini sudah ada kurang lebih 600 KWT yang terdaftar. Harapannya di Bantul setidaknya ada 933 KWT, sesuai dengan jumlah dusun yang ada,” ungkap Joko.

Joko menambahkan, optimalisasi lahan pekarangan dilakukan dengan penanaman hortikultura. Salah satu tantangannya, tidak semua rumah memiliki lahan pekarangan yang lapang. Kendati demikian, hambatan ini bisa diselesaikan dengan memanfaatkan media tanam lain dan aplikasi sejumlah inovasi.

Sebagaimana yang disampaikan Kepala UPTD Balai Benih Pertanian Bantul, Budi Santosa, menanam hortikultura di pekarangan dapat menggunakan galon bekas air mineral ukuran 15 atau 19 liter. Metode yang dilakukan adalah hidroponik. 

“Pakai galon bekas itu sangat bisa untuk menanam hortikultura. Kami juga sedang mengembangkan inovasi bagaimana menanam padi di galon bekas. Sudah kami coba dan ternyata bisa. Satu galon kemarin kami coba bisa menghasilkan tiga ons,” ujar Budi.

Edukasi penggunaan galon bekas untuk menanam hortikultura di lahan pekarangan dirasakan betul oleh beberapa KWT. Salah satunya KWT Lestari Makmur. Ketua KWT Lestari Makmur, Maryunani, mengungkapkan banyak ilmu yang dibagikan oleh petugas balai benih. Sehingga KWT Lestari Makmur semakin bersemangat mengelola lahan pekarangan.

“Dapat penyuluhan dari Pak Budi Santoso baru satu kali. Tapi ilmunya banyak sekali. Misalnya bagaimana menanam hortikultura yang efektif dan efisien. Jadi kita itu diajari menanam pakai galon bekas tanpa perlu menyiram setiap hari,” ujar Maryunani.

Dengan adanya edukasi optimalisasi lahan pekarangan, ia berharap lingkungan tempat tinggal Maryunani dan anggota KWT Lestari Makmur menjadi lebih asri. Pula, program ini turut mendukung ketahanan pangan. Setidaknya, ketahanan rumah tangga masing-masing.

“Misalnya, di rumah menanam cabai. Mau bikin sambal, tinggal petik saja di halaman. Atau menanam sayur-mayur lain, kan itu sudah menekan biaya belanja juga,” imbuh Maryunani.

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Bantul, Agus Budiraharja, berujar bahwa optimalisasi lahan pekarangan sejalan dengan program Bupati dan Wakil Bupati Bantul untuk memperkuat ketahanan pangan.

“Harapannya, ke depan tidak hanya ketahanan pangan masing-masing rumah tangga saja yang terpenuhi. Dengan optimalisasi lahan pekarangan, ini juga bisa jadi sumber penghasilan lain yang muaranya adalah kesejahteraan masyarakat Bantul,” ujar Agus saat membuka kegiatan edukasi optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan.

Sebagai penutup, dalam kegiatan ini dibagikan pula 2.800 bibit tomat, cabai, dan terong kepada KWT yang hadir. (Els)

Berbagi:

Pos Terbaru :