Menelusuri Gua dan Sendang Surocolo, Jejak Sejarah Tersembunyi di Perbukitan Pundong Bantul

Tak jauh dari Pantai Parangtritis, Bantul, tepatnya di Dusun Poyahan, Kalurahan Seloharjo, Kapanewon Pundong, Kabupaten Bantul, terdapat sebuah situs cagar budaya bernama Gua Surocolo. Situs ini juga dikenal dengan sebutan Gua Sunan Mas. Letaknya berada di perbukitan karst dengan ketinggian kurang lebih 357 meter dari permukaan laut.

Meski belum sepopuler wisata lain di Bantul, tempat ini menawarkan keindahan alam yang sarat akan nilai sejarah. Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, Gua Surocolo di masa lampau merupakan tempat persembunyian Sunan Amangkurat Mas atau Sunan Amangkurat III saat berkonfrontasi dengan Belanda. Sebagian masyarakat juga meyakini gua ini sebagai tempat pertapaan dan dibangun sendiri oleh Sunan Amangkurat Mas.

Dikutip dari laman Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Yogyakarta, terdapat dua struktur gua yang ada ditempat ini. Gua pertama membentuk sebuah ruangan dengan ukuran panjang 872 cm, lebar 621 cm dan tingginya 235 cm. Sementara mulut gua menghadap utara berukuran lebar 131 cm dan tingginya 120 cm. Gua kedua berada di sebelah barat gua pertama. Gua berbentuk semacam ceruk terbuka dengan ukuran  panjang 872 cm, lebar 621 cm, dan tinggi 235 cm.  

Di bagian depan pintu masuk gua pertama terdapat susunan batu andesit sejumlah 17 buah. Batu-batu tersebut berfungsi sebagai landasan jalan menuju ke gua, alas pintu masuk, dan penanda sisi jalan, beberapa diantaranya dipasang dengan posisi berdiri.

Berkunjung ke Gua Surocolo kita akan menemukan tiga buah sendang atau kolam air, dua pohon besar, pendopo dan tangga bebatuan yang menghubungkan area bawah menuju mulut gua. Dua pohon besar di area kompleks Gua Surocolo, yakni pohon Kepuh dan pohon Randu Alas diperkirakan sudah berusia ratusan tahun, menambah kesan sakral nan asri di kawasan tersebut. 

Pada musim penghujan, tiga buah sendang yang ada di area Gua Surocolo akan terisi air jernih yang berasal dari sumber mata air (tuk). Terdapat dua jaladwara atau pancuran air yang mengalirkan air dari sumber mata air ke dua buah sendang, sebelum akhirnya mengalir ke sendang terbesar. Kejernihan air ini dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar, terutama anak-anak, untuk bermain dan berenang. (Fza)

Berbagi:

Pos Terbaru :