Sebagai bentuk pertanggungjawaban kinerja selama satu tahun terakhir, Koperasi Konsumen Pegawai Republik Indonesia (KKPRI) Karya Bakti Kabupaten Bantul menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tutup Buku Tahun Anggaran 2025 di Aula Pemda II Bantul, Kamis (12/2/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi pengurus dan anggota untuk melakukan evaluasi menyeluruh sekaligus merumuskan langkah strategis dalam memperkuat peran koperasi ke depan.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bantul, Prapto Nugroho, mengajak seluruh anggota untuk tetap optimistis dan menjaga semangat berkoperasi di tengah berbagai dinamika yang ada.
“Jangan sampai banyaknya koperasi baru membuat kita pesimis. KKPRI Karya Bakti sudah lama berdiri dan pernah menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesejahteraan pegawai. Semangat itu harus kita hidupkan kembali,” ujarnya.
Wakil Ketua KKPRI Karya Bakti, Budi Kurniawan, dalam laporannya menyampaikan bahwa hingga akhir tahun buku 2025 jumlah anggota koperasi tercatat sebanyak 603 orang. Ia menjelaskan bahwa dalam beberapa waktu terakhir terdapat kecenderungan penurunan jumlah anggota seiring banyaknya pegawai yang memasuki masa pensiun, sementara penambahan anggota baru belum menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Dari sisi usaha, KKPRI Karya Bakti mengelola unit pertokoan dan simpan pinjam dengan suku bunga pinjaman sebesar 0,7 persen. Hingga tutup buku tahun 2025, koperasi mencatatkan aset sebesar Rp4.678.227.636 dan membukukan Sisa Hasil Usaha (SHU) sebesar Rp53.484.450. Namun demikian, capaian tersebut dinilai masih dapat ditingkatkan melalui optimalisasi pemanfaatan layanan koperasi oleh anggota.
Ketua Pengawas KKPRI Karya Bakti, Sunarto, mendorong anggota untuk lebih aktif memanfaatkan layanan koperasi, terutama untuk kegiatan produktif.
“Kami berharap dana yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal sesuai ketentuan. Jika anggota aktif, koperasi akan semakin kuat dan manfaatnya kembali kepada anggota,” jelasnya.
Senada dengan itu, Ketua Dekopinda Kabupaten Bantul, Sartana, menegaskan pentingnya partisipasi anggota dalam menghidupkan koperasi.
“Koperasi adalah gerakan ekonomi dari, oleh, dan untuk anggota. Jika anggotanya aktif, koperasi akan tumbuh. Semangat kebersamaan inilah yang harus terus kita jaga,” tuturnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan koperasi tahun 2025, KKPRI Karya Bakti memperoleh predikat cukup sehat dengan nilai 79,06. Sertifikat tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bantul kepada jajaran pengurus sebagai bentuk apresiasi atas kinerja dan pengelolaan koperasi selama tahun buku 2025.
Pencapaian ini diharapkan menjadi motivasi bagi pengurus dan anggota untuk terus meningkatkan kinerja serta memperkuat kelembagaan koperasi dimasa mendatang. (ADS)




