Posyandu Padukuhan Muneng Kalurahan Tirtohargo Wakili Bantul dalam Lomba Posyandu Tingkat DIY

Suasana hangat penuh kebersamaan terasa saat Pemerintah Kabupaten Bantul menerima kunjungan Tim Penilai dalam rangka verifikasi lapangan Lomba Tim Penggerak (TP) Posyandu Tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kegiatan ini merupakan tahap lanjutan setelah penilaian administrasi, guna memastikan kesesuaian data sekaligus melihat secara langsung implementasi layanan Posyandu di tengah masyarakat, Selasa (07/04/2026).

Verifikasi lapangan dilaksanakan di Posyandu Padukuhan Muneng, Kalurahan Tirtohargo, Kapanewon Kretek dengan dihadiri oleh Tim Penilai DIY, perwakilan Pemerintah Kabupaten Bantul, kader Posyandu, serta masyarakat setempat. Sejak pagi, lokasi kegiatan telah dipenuhi oleh balita bersama orang tua, anak-anak, hingga para lansia yang antusias mengikuti berbagai layanan Posyandu.

Beragam aktivitas pelayanan berlangsung tertib dan terkoordinasi, mulai dari penimbangan balita, pemeriksaan kesehatan ibu dan anak, hingga pelayanan bagi lansia. Anak-anak tampak ceria, sementara para kader dengan sigap memberikan edukasi serta pendampingan kepada masyarakat. Kehadiran lintas generasi ini mencerminkan Posyandu sebagai ruang pelayanan sekaligus ruang interaksi sosial yang inklusif.

Dalam kegiatan tersebut, tim penilai melakukan peninjauan menyeluruh terhadap aspek administrasi, inovasi program, serta peran aktif kader dan masyarakat. Penilaian juga mencakup implementasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) pada enam bidang pelayanan dasar, yaitu pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum dan penataan ruang, perumahan rakyat dan kawasan permukiman, ketenteraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat, serta sosial. Integrasi layanan Posyandu dengan pemenuhan SPM menjadi salah satu indikator penting dalam menilai kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Wakil Ketua I Tim Pembina TP Posyandu DIY, GKBRAA Paku Alam atau yang akrab disapa Gusti Putri dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penilaian semata, tetapi juga sebagai sarana evaluasi dan perbaikan ke depan.

“Kegiatan ini tidak hanya bertujuan melakukan penilaian, tetapi juga untuk mengidentifikasi berbagai permasalahan di lapangan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan, sehingga dapat dirumuskan solusi yang tepat. Selain itu, melalui lomba ini diharapkan dapat terpilih TP Posyandu kelurahan dengan kinerja terbaik yang dapat menjadi percontohan dalam pelayanan serta mendorong inovasi guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutur Gusti Putri.

Sementara itu, Ketua TP Posyandu Kabupaten Bantul, Emi Masruroh Halim, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. “Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada tim penilai. Kegiatan ini bukan semata-mata untuk memperoleh penilaian, tetapi juga menjadi momentum bagi kami untuk belajar, berbenah, dan terus meningkatkan mutu pelayanan Posyandu. Berbagai masukan yang telah diberikan akan kami jadikan bahan evaluasi untuk memperkuat administrasi, layanan, inovasi, dan koordinasi ke depan. Kami berharap Posyandu di Kabupaten Bantul semakin kuat sebagai lembaga kemasyarakatan yang aktif, adaptif, dan mampu memberikan layanan dasar yang terintegrasi bagi masyarakat,” ujar Emi.

Melalui kegiatan ini, Posyandu di Kabupaten Bantul diharapkan terus berkembang sebagai pusat pelayanan yang responsif, inklusif, dan berkelanjutan, serta menjadi contoh praktik baik bagi wilayah lain di DIY. (ADS)

Berbagi:

Pos Terbaru :