Kisah inspiratif datang dari Khoiru Zamanudin, warga Malangjiwan, Bakung, Bangunharjo, Sewon, yang berhasil mengembangkan usaha telur asin yang diberi nama Telur Asin Kharisma sejak tahun 2008. Kisahnya bermula pascagempa besar yang melanda Yogyakarta, ketika bangunan tempat usaha sebelumnya roboh dan memaksa dirinya memulai dari nol.
“Mulai usaha itu tahun 2008 setelah gempa, kita mencoba usaha telur asin karena ini usaha makanan, kan orang hidup itu pasti butuh makan. Maka harapannya usaha ini bisa terus berlanjut,” ujar Khoiru.
Ia mengisahkan, awalnya lokasi usaha tersebut merupakan toko kelontong milik keluarganya. Namun setelah hancur akibat gempa, ia dan keluarga sempat kebingungan menentukan arah usaha. Berbekal pengalaman orang tua yang pernah memproduksi telur asin, Khoiru memutuskan untuk melanjutkan usaha tersebut.
“Tempat ini awalnya untuk usaha kelontong, setelah gempa roboh, nah kita bingung tempat ini mau dibangun apa. Dulu orang tua memang pernah usaha telur asin, lalu kita coba melanjutkan,” kenang Khoiru.
Perjalanan usahanya mendapat titik terang saat ia menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) pada tahun 2016. Bantuan tersebut dimanfaatkan sebagai tambahan modal untuk memperkuat usaha.
“Kita dibantu PKH, akhirnya usaha makin maju. Lama-lama dirasa sudah mampu, jadi kami mengundurkan diri sebagai penerima,” bebernya.
Seiring waktu, usaha Telur Asin Kharisma menunjukkan perkembangan signifikan. Dari omzet yang semula di bawah Rp100 ribu per hari, kini meningkat hingga mencapai Rp 300 ribu per hari. Bahkan, jumlah pelanggan terus bertambah, terutama di pasar dan saat momen tertentu seperti Ramadan dan musim hajatan.
“Jadi dulu modal juga dari PKH itu. Kalo omzet dulu kita dibawah Rp 100 ribu, makin lama makin banyak kita dibawah Rp 200. Pelanggan makin banyak kita omzet sampai Rp 300. Untuk hari-hari biasa kita perhari bisa Rp 300 pelanggan di pasar, pas Ramadan itu pesanan banyak, mantenan juga banyak,” terangnya.
Tak hanya melayani pembeli eceran, Khoiru juga menerima pesanan dalam jumlah besar. Ia pernah mendapatkan pesanan hingga 4.000 butir telur asin dari program MBG, yang sudah dilakukan sebanyak dua kali.
Keberhasilan tersebut tak lepas dari komitmennya dalam menjaga kualitas produk. Menurutnya, kepuasan pelanggan menjadi kunci utama agar usaha tetap bertahan dan berkembang.
“Kita menjaga kualitas, jadi orang yang sudah pernah pesan di kita itu menikmati dan ketagihan, mau beli lagi,” ujarnya.
Harga telur asin buatannya dibanderol dengan harga Rp 3300 per biji. Sedangkan untuk pemasaran, produk Telur Asin Kharisma telah menjangkau pasar Kotagede. Selain itu, pemesanan juga dapat dilakukan secara langsung melalui WhatsApp di nomor 081804333631, dengan layanan antar untuk pembelian dalam jumlah besar. (Fza)





