Pemerintah Kabupaten Bantul dan Badan Pusat Statistik (BPS) Bantul menyelenggarakan Sosialisasi dan Pencanangan Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) bagi kalurahan se-Kapanewon Kasihan pada Rabu (8/4/2026), bertempat di Aula Kalurahan Tirtonirmolo.
Kegiatan tersebut merupakan langkah awal penguatan pengelolaan data statistik di tingkat kalurahan. Hal ini sangat signifikan untuk mendukung pembangunan menuju Indonesia Emas 2045 yang dimulai dari pinggiran dan desa, sesuai Asta Cita Presiden Republik Indonesia.
Kepala BPS Bantul, Agung Wibowo, mengatakan program Desa Cantik merupakan upaya strategis dalam mendampingi kalurahan mengelola data statistik secara lebih baik. Melalui program ini, BPS mendorong peningkatan kualitas statistik sektoral, penguatan kapasitas aparatur kalurahan, serta penanaman literasi statistik kepada masyarakat melalui agen statistik.
“Mari kita wujudkan desa-desa yang mandiri dalam tata kelola data statistik, yang mampu menggunakan data sebagai dasar pengambilan keputusan, perencanaan, program, dan pelaporan yang transparan dan akuntabel,” ujarnya.
Pelaksana Tugas Kepala BPS DIY, Endang Tri Wahyuningsih, menekankan pentingnya data berkualitas dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. Ia menyebut pembinaan Desa Cantik melalui agen statistik akan menjadi kendali utama dalam menangkap gambaran riil kondisi ekonomi di masyarakat.
“Tujuan kegiatan statistik di kalurahan adalah meningkatkan literasi statistik sehingga pengambilan keputusan tidak lagi berdasarkan asumsi, melainkan berbasis data,” jelasnya.
Sehubungan dengan pendampingan Desa Cantik ini, Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menyampaikan apresiasinya. Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah harus mengedepankan pendekatan evidence-based planning atau perencanaan berbasis bukti.
Menurutnya, data menjadi elemen penting sejak tahap perencanaan hingga evaluasi agar program yang dijalankan tepat sasaran dan berdampak nyata. Ke depan, Halim berharap program Desa Cantik dapat mengakselerasi kualitas perencanaan pembangunan di seluruh kalurahan di Bantul.
“Kegiatan ini sangat strategis karena menyangkut perencanaan pembangunan jangka panjang, sehingga data statistik harus terlibat sejak awal agar perencanaan lebih efektif, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Halim.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Bantul secara resmi mencanangkan program Desa Cantik yang ditandai dengan pemukulan bedug dan penandatanganan komitmen bersama. Selain itu, dilakukan pula pengukuhan agen statistik yang berjumlah empat orang dari masing-masing kalurahan. Program ini selanjutnya akan diikuti dengan pembinaan berkelanjutan guna memastikan edukasi pengelolaan data statistik berjalan optimal. (Hahn)




