Festival Langen Carita Tingkat Kabupaten Bantul Tahun 2026 resmi digelar di Pendhapa Parasmaya, Kompleks Pemda II Manding, Bantul, Selasa (14/4/2026). Kegiatan ini dihadiri dan diresmikan langsung oleh Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta.
Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Bantul, Yanatun Yunadiana, dalam laporannya menyampaikan bahwa Festival Langen Carita merupakan seni pertunjukan yang memadukan tembang, tari, dan iringan gamelan yang dimainkan oleh anak-anak usia sekolah dasar. Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk karakter generasi muda, meningkatkan kreativitas, serta melestarikan seni budaya tradisional sebagai identitas daerah.
“Selain itu, festival ini juga bertujuan untuk menjaring kontingen berprestasi yang akan mewakili Kabupaten Bantul pada ajang Festival Langen Carita tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta,” ujar Yanatun. Ia juga menambahkan bahwa pada tahun 2025, Kabupaten Bantul berhasil meraih juara umum dalam lima festival tingkat DIY. Untuk itu, pada tahun 2026 ini, pihaknya optimistis dapat kembali meraih prestasi serupa.
Sementara itu, Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya acara ini. Ia menekankan bahwa festival ini memiliki peran strategis untuk melestarikan tradisi adiluhung di tengah arus modernisasi.
“Langen Carita sendiri bukan sekadar pertunjukan seni biasa, tapi sebuah mahakarya yang memadukan seni peran, tari, dan tembang dalam satu harmoni. Ini adalah wujud nyata komitmen kita menjaga budaya istimewa. Melalui festival ini, kita sedang menanamkan nilai-nilai luhur, budi pekerti, dan filosofi hidup Hamemayu Hayuning Bawana kepada generasi muda,” ujar Aris
Aris juga berpesan kepada para peserta agar bangga menjadi bagian dari pelestari budaya. “Kita tidak ingin anak-anak kita kehilangan jati diri, kita ingin mereka bangga menjadi masyarakat yang berbudaya. Untuk para peserta, kalian adalah garda terdepan pelestari budaya. Di pundak kalianlah keberlanjutan tradisi ini diletakkan, jadi jadikan panggung ini sebagai sarana untuk berkarya,” imbuhnya.
Pada penyelenggaraan tahun ini, sistem kepesertaan mengalami perubahan dengan menggunakan penggabungan wilayah, yang dibagi menjadi tiga wilayah, yaitu Timur, Tengah, dan Barat. Masing-masing wilayah mengirimkan dua kontingen yang merupakan gabungan beberapa kapanewon. Wilayah timur terdiri dari gabungan Kapanewon Pleret, Imogiri, Dlingo, Piyungan, dan Banguntapan. Wilayah tengah meliputi Sewon, Jetis, Bantul, Kretek, Bambanglipuro, dan Pundong. Sementara itu, wilayah barat terdiri dari Sanden, Srandakan, Pandak, Pajangan, Kasihan, dan Sedayu.
Festival ini didanai melalui Dana Keistimewaan Tahun Anggaran 2026. Adapun dewan juri dalam kegiatan ini terdiri dari Pardiman Joyonegoro, Saridal, S.Pd., Alif Biolo, Galih Prakasiwi, S.Sn., M.A., dan Yulis Setiasari, S.Sn.
Dalam festival ini, juara Penyaji Terbaik 1 akan mendapatkan trofi, piagam, dan uang pembinaan sebesar Rp6.000.000. Penyaji Terbaik 2 dan 3 masing-masing memperoleh Rp5.000.000 dan Rp4.000.000. Selain itu, juga diberikan penghargaan untuk kategori terbaik lainnya, seperti sutradara, koreografer, penata iringan, pemeran pria dan wanita terbaik, serta penata artistik terbaik, masing-masing sebesar Rp1.500.000.
Melalui festival ini, diharapkan seni tradisional Langen Carita dapat terus dilestarikan sekaligus menjadi wadah pengembangan bakat generasi muda di Kabupaten Bantul. (Ag)




