Kelompok Mina Ponggok Sejahtera mulai memanen hasil budidaya ikan patin air tawar yang telah dikembangkan selama beberapa bulan terakhir. Panen perdana tersebut dilaksanakan pada Senin (11/05/2026) di wilayah Ponggok 1, Kalurahan Trimulyo, Kapanewon Jetis, Bantul.
Anggota Kelompok Mina Ponggok Sejahtera, Pandu Adi Putra mengatakan, budidaya ikan patin tersebut telah dimulai sejak Januari 2026 dengan masa panen sekitar lima bulan. Ia menjelaskan, kelompoknya sebenarnya telah lama merintis budidaya ikan, namun dalam dua tahun terakhir kembali membangun dan mengembangkan usaha budidaya perikanan darat secara lebih mandiri.
"Sebenarnya sudah lama, akan tetapi kita membangun lagi selama perjalanan 2 tahun yang lalu, memang kita mandiri dalam arti swadaya masyarakat yang mau mandiri dan ingin berkembang untuk pengembangan ekonomi produktif, sumber daya masyarakat yang bermanfaat," beber Pandu.
Panen perdana ini diperkirakan menghasilkan sekitar 3,5 ton ikan patin, dengan harga jual di tingkat petani mencapai Rp17 ribu hingga Rp18 ribu per kilogram.
Pandu menuturkan, hasil panen saat ini telah terserap ke berbagai pasar lokal di wilayah Bantul melalui tengkulak. Selain itu, kelompoknya juga telah menjalin kerja sama dengan perusahaan pengolahan ikan.
"Yang ambil tenggulak-tenggulak, terus kalau untuk kelasnya patin, sebagian diproses di pabrik untuk vilet. Itu juga itu untuk menyukupi kebutuhan di Bantul terutama. Sebagian kemarin ada yang menggunakan bahan baku untuk MBG juga," jelas Pandu.
Menurut Pandu, budidaya ikan patin di wilayah DIY dan Jawa Tengah masih memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam hal pembenihan yang belum sepopuler ikan lele maupun nila.
"Kebetulan untuk wilayah DIY sendiri, Jateng dan DIY itu pemijahan Patin belum bisa familiar seperti lele ataupun nila," terangnya.
Sementara itu, Dukuh Ponggok 1, Toyib menyebut keberadaan kelompok budidaya ikan tersebut lahir dari inisiatif para pemuda setempat yang ingin memanfaatkan lahan tidak produktif menjadi area budidaya perikanan.
“Awalnya lahan ini tidak bisa dimanfaatkan. Berkat semangat teman-teman pemuda dan dukungan berbagai pihak, sekarang sudah ada empat kolam dengan luas sekitar 3.000 meter persegi,” ungkapnya.
Dalam kesempatan ini, Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih turut memberikan apresiasi atas keberhasilan panen perdana tersebut.
“Saya sangat bersyukur dan mengucapkan selamat atas keberhasilan panen perdana ini. Semoga usaha masyarakat seperti ini semakin berkembang dan mampu meningkatkan kesejahteraan warga,” tutur Bupati.
Bupati menegaskan bahwa pemerintah terus mendorong tumbuhnya kewirausahaan rakyat melalui sektor agro, termasuk perikanan darat. Namun menurutnya, sektor tersebut memiliki tantangan mulai dari tingginya biaya pakan hingga efisiensi pemasaran.
“Kita masih menghadapi persoalan mahalnya pakan pabrikan. Karena itu perlu dipikirkan alternatif pakan yang lebih efisien. Di sisi lain, pemasaran juga harus mampu memberikan keuntungan yang layak bagi pembudidaya,” imbuhnya.
Ia juga meminta kelompok budidaya untuk terus meningkatkan kemampuan dan pengetahuan agar mampu mengikuti perkembangan teknologi di sektor pertanian dan perikanan. "Kelompok juga perlu mengupgrade skill dan pengetahuan. Tidak boleh berhenti belajar, karena teknologi pertanian ini terus berkembang," pungkas Bupati. (Fza)





