Semangat gotong royong dan pelestarian budaya mewarnani puncak perayaan Merti Desa di Kalurahan Temuwuh, Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul, pada Rabu (13/05/2026). Mengusung tema ‘’Nyawiji Greget Sengkuh Ora Mingkuh Mbangun Temuwuh’’, kegiatan ini sukses menyatukan ribuan warga dari 12 padukuhan untuk berkomitmen memajukan potensi desa.
Acara yang berlangsung meriah ini dimulai dengan prosesi kirab budaya yang melibatkan 2.250 peserta, yang kemudian memusatkan kegiatan di Balai Desa Temuwuh. Rangkaian acara diisi dengan berbagai pertunjukan seni, dimulai dari tari kolosal oleh pemuda-pemudi setempat, pementasan Jatilan Trirupa Budaya, hingga pertunjukan musik Lima Jari dan ditutup dengan pagelaran wayang kulit oleh Ki Wahyu Prasetya pada malam Jumat.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi masyarakat Temuwuh. Ia menekankan bahwa Merti Desa bukan sekadar ritual rutin, melainkan sarana untuk mempererat silaturahmi serta refleksi untuk membangun karakter generasi penerus yang sehat dan berpendidikan.
"Merti Desa ini adalah momen untuk menganyar-anyari (memperbarui) niat dan tekad kita. Temuwuh adalah kalurahan yang potensial. Mari kita kelola bersama, uri-uri (melestarikan) budayanya, dan kembangkan potensinya demi kesejahteraan seluruh warga," ujar Bupati Bantul dalam sambutannya.
Senada dengan hal tersebut, Panewu Dlingo, Marjihidayat, juga menyampaikan dukungannya terhadap tema yang diangkat tahun ini. Menurutnya, filosofi “Sengkuh Ora Mingkuh’’, yang bermakna percaya diri tinggi dan pantang mundur dalam tanggung jawab adalah modal utama bagi warga Temuwuh untuk terus tumbuh dan berkembang.
"Kami sangat bangga melihat antusiasme 12 padukuhan yang bersatu. Semoga dengan semangat nyawiji (bersatu) ini, Temuwuh semakin tumbuh, berkembang, dan masyarakatnya semakin sejahtera," ungkap Marjidayat.
Ketua Panitia Merti Desa, Gunawan Joko, menyatakan bahwa suksesnya acara ini merupakan buah dari kerja keras seluruh elemen masyarakat. Ia berharap rangkaian kegiatan budaya yang digelar sepanjang pekan ini dapat menjadi magnet untuk memperkenalkan potensi wisata dan budaya Temuwuh ke wilayah yang lebih luas.
Perayaan Merti Desa Temuwuh tahun ini menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai tradisi mampu menjadi jembatan bagi modernisasi dan kemajuan desa tanpa harus kehilangan jati diri budaya masyarakatnya. (Ag-Nr)




