Seekor ular ball phyton atau sanca bola bergelung anteng di sebuah wadah transparan, berjejer dengan wadah lain berisi kura-kura dan katak. Reptil-reptil ini merupakan usaha milik salah satu peserta Bantul YouthPreneur 2026, ajang penumbuhan minat wirausaha muda yang merupakan bentuk kolaborasi antara Dinas Dikpora Bantul dan Komunitas Juwara (pejuang wirausaha). Kegiatan ini juga mendapat dukungan besar dari Bank Bantul yang turut memberikan pendampingan terkait literasi keuangan.
“Setiap tahun, kami mendengar banyak cerita menarik tentang bagaimana anak-anak muda kita membangun usaha mereka. Banyak yang menginspirasi dan banyak yang bisa dipetik dari kegiatan ini,” ujar Kepala Dinas Dikpora Bantul, Nugroho Eko Setyanto, saat membuka inkubasi bisnis Bantul Youthpreneur 2026 di Aula Bank Bantul, Senin (18/5/2026).
Tahun ini, Bantul Youthpreneur 2026 diselenggarakan selama lima hari dan diikuti oleh 50 peserta yang merupakan hasil kurasi sesuai syarat yang ditentukan. Beberapa syarat yang dimaksud adalah berusia 16 - 30 tahun dan telah memiliki usaha setidaknya selama tiga bulan.
Bidang usaha yang digeluti peserta pun macam-macam. Dari 50 peserta yang terdaftar, tercatat 21 orang menekuni usaha kuliner, 14 orang bergerak di bidang jasa, 8 orang mencoba mengelola usaha industri kreatif, 3 orang berada di bidang olahraga, sementara 2 lainnya ada di bidang peternakan dan pertanian.
Menariknya, beberapa peserta ada yang mengusung konsep ramah lingkungan pada usaha yang mereka geluti. Seperti memanfaatkan limbah tekstil untuk dibuat busana yang layak pakai, menggunakan ampas kunyit sebagai pewarna tekstil, ataupun mengumpulkan perca untuk dibuat notebook.
Selama inkubasi bisnis, selain mendapat materi soal literasi keuangan, peserta juga mendapat materi tentang digital marketing, public speaking, foto produk, legalitas usaha, hingga kemasan produk.
Pasca inkubasi bisnis, peserta juga akan dipandu untuk mengikuti lomba kewirausahaan pemuda dengan total hadiah 14 juta rupiah untuk lima orang pemenang. (Els)





