Pengurus Cabang Keluarga Aumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Kabupaten Bantul masa bakti 2025-2030 resmi dikukuhkan di Ruang Mandala Saba Madya, Kompleks Parasamya, Kabupaten Bantul, pada Selasa (19/05/2026). Prosesi pelantikan ini menandai babak baru sinergi para alumni UGM dalam mendukung pembangunan daerah secara konkret dan berkelanjutan.
Dalam sambutan pertamanya sebagai Ketua Kagama Bantul yang baru dilantik, Pulung Haryadi menegaskan bahwa komitmen utama seluruh pengurus adalah menjaga nama baik almamater serta mengabdikan ilmu demi kemajuan masyarakat. Berdasarkan data internal, saat ini tercatat ada 537 alumni UGM di Bantul yang telah terkomunikasi, dengan 85 diantaranya telah memiliki kartu anggota aktif. Pulung menargetkan peningkatan keterlibatan aktif alumni melalui program-program yang adaptif terhadap perubahan lanskap ekonomi Bantul.
“Bantul mengalami pergeseran signifikan dalam kontribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Jika pada era 90-an didominasi pariwisata, pertanian, dan industri, saat ini sektor akomodasi serta penyediaan makan dan minum melonjak drastis mengungguli sektor pertanian. Kagama Bantul berkomitmen hadir membantu mendistribusikan pelayanan masyarakat dan memfasilitasi sektor-sektor kunci pembangunan ini,’’ ujar Pulung.
Ia juga mengajak seluruh pengurus untuk mengedepankan prinsip “Guyub, Rukun, Migunani’’ (Guyub, Rukun, dan Bermanfaat) demi kelancaran program kerja Pemerintah Kabupaten Bantul.
Sementara itu, Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, yang juga merupakan alumni UGM, dalam pidatonya mengingatkan pentingnya konsekuensi moral sebagai lulusan dari universitas yang dikenal sebagai center of excellence di Indonesia. Ia menekankan bahwa reputasi besar UGM harus tercermin dalam kinerja nyata di lapangan.
Halim berpesan secara khusus kepada para aparatur sipil negara (ASN) maupun pengurus Kagama untuk terus menjaga integritas dan meningkatkan kapasitas. Di tengah masyarakat yang semakin terbuka dan kritis, kapasitas intelektual dinilai tidak lagi cukup jika tidak dibersamai dengan pendekatan sosial yang baik.
“Kapasitas intelektual bukan satu-satunya penentu. Publik hari ini menuntut human approach atau pendekatan kemanusiaan yang kuat dari pemerintah. Kita harus mampu menjalin hubungan yang baik dengan masyarakat luas, mendengarkan kebutuhan mereka, dan memberikan solusi yang nyata,’ ’tegas Halim.
Melalui pengukuhan ini, Kagama periode 2025-2030 diharapkan mampu menjadi motor penggerak dan mitra strategi pemerintah daerah, memperkuat jaringan sosial-budaya, serta mendorong pemberdayaan ekonomi yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat luas. (AG - Ami)





