Rasa bangga menyelimuti keluarga besar SMA N 1 Bantul, kala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) resmi mengumumkan nama-nama calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional 2026. Pasalnya, salah satu murid dari sekolah ini berhasil lolos dalam seleksi tersebut. Ia adalah Anggita Ayu Mahanani Hanifah.
Pelajar asal Dayu, Gadingsari, Sanden, Bantul yang kini duduk dikelas 11 itu tak menyangka, dirinya akan bertugas mengibarkan Sang Saka Merah Putih di Istana Negara pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Apalagi hal ini sudah menjadi impiannya sejak kecil.
"Rasanya itu terharu, bahagia senang sekali, bangga sama diri sendiri," kata Anggita saat ditemui Kamis (26/06/2026).
Saat ditemui, siswa yang akrab disapa Gita itu menceritakan perjalanan dirinya dalam seleksi yang dikenal sangat ketat.
"Dari seleksi sekolah untuk mengikuti seleksi kabupaten. Lalu di bulan Maret seleksi tingkat Kabupaten, kemudian di bulan Mei saya lolos untuk mengikuti seleksi Provinsi, dan pada bulan Juni alhamdulillah saya lolos untuk mewakili DIY ke nasional," terangnya.
Anggita mengaku tahapan seleksi untuk verifikasi tingkat nasional cukup panjang, mulai dari tes kesehatan, psikotes, baris berbaris, minat bakat hingga wawancara.
"Masih tidak menyangka. Karena saya sendiri sempat pasrah, karena saya memiliki kekurangan di mana teman saya lebih unggul dari saya," katanya.
Pihak sekolah pun memberikan dukungan penuh agar murid didiknya ini dapat lolos dalam seleksi paskibraka tingkat nasional.
"Sekolah memberikan fasilitas berupa guru tari untuk minat bakat, public speaking dan juga saya diajarkan tentang sejarah Jogja, serta diberikan waktu dispensasi belajar," bebernya.
Siswi yang bercita-cita menjadi anggota TNI ini mengaku memilih membawakan tari Montro dalam tes minat bakat. Tari Montro sendiri dipilih sebab Anggita ingin mengenalkan tarian khas dari daerah kebanggaannya.
"Kenapa minat bakat tari karena ingin mengenalkan tarian dari daerah saya sendiri, tari Montro kan dari Bantul," beber Anggita.
Anggita menjadi salah satu dari dua wakil Daerah Istimewa Yogyakarta yang berhasil menembus seleksi nasional. Ia dan Ahmad Raditya asal Kabupaten Sleman akan bertugas bersama putra-putri terbaik dari 38 provinsi di Indonesia. (Fza)



