Kukuhkan Bunda Literasi, Perkuat Budaya Membaca dan Belajar Sepanjang Hayat

Literasi bukan sekedar tentang membaca buku, tetapi literasi adalah kemampuan membaca kehidupan. Literasi dimulai dari membaca di balik peristiwa, membaca harapan dibalik setiap manusia, utamanya pada setiap anak, sekaligus membaca masa depan yang sedang kita siapkan bersama. Literasi bukan hanya kemampuan membaca kata-kata, tetapi kemampuan membaca makna kehidupan. Dan ketika seorang ibu menyalakan cahaya itu di rumahnya, sesungguhnya ia sedang menerangi masa depan bangsanya. 

Hal tersebuat diungkapkan oleh Bunda Literasi Kabupaten Bantul, Emi Masruroh Halim dalam acara Pelantikan Bunda Literasi Kabupaten Bantul di Pendopo Parasamya Kantor Bupati Bantul pada Kamis (16/7/2026). Pelantikan bunda literasi diikuti oleh 93 bunda literasi kalurahan, kapanewon, dan kabupaten. 

Emi juga mengajak agar seluruh bunda literasi untuk selalu bersinergi, bergerak, bersemangat, dan menginspirasi untuk warga masyarakat di sekitarnya.

“Mari kita jadikan literasi sebagai gerakan hati, bukan sekedar program. Sebab ketika masyarakat mencintai ilmu, mereka akan lebih bijaksana dalam berpikir, lebih santun dalam bertutur, dan lebih kuat dalam menghadapi perubahan zaman. Akhirnya saya mengajak seluruh bunda literasi kapanewon, kalurahan untuk berjalan bergandengan tangan, menyalakan cahaya pengetahuan di setiap rumah, menumbuhkan harapan di setiap anak, dan menghadirkan masa depan yang lebih baik dari Kabupaten Bantul,” ajak Emi. 

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bantul, Dian Mutiara Sri Rahmawati mengatakan pelantikan bunda literasi ini menjadi salah satu upaya untuk memperkuat literasi yang ada di Kabupaten Bantul melalui penguatan peran bunda literasi kabupaten, kapanewon, maupun kalurahan sebagai mitra pemerintah dalam menumbuhkan budaya gemar membaca serta belajar sepanjang hayat.

“Tujuan kegiatan ini untuk mengukuhkan bunda literasi kabupaten, kapanewon, dan kalurahan se-Kabupaten Bantul, serta untuk memperkuat komitmen bersama dalam mengembangkan budaya literasi di seluruh wilayah Kabupaten Bantul,” lanjut Dian. 

Sementara itu, Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih berharap agar bunda literasi mampu menjadi simpul kolaborasi dan sinergi potensi yang ada demi mewujudkan Bantul sebagai Kabupaten Literasi dimana setiap warganya gemar membaca, haus akan ilmu pengetahuan, dan mampu mengaplikasikan ilmu tersebut untuk kesejahteraan hidupnya. 

“Semoga dengan langkah-langkah strategis ini akan terus dapat meningkatkan indeks literasi kita, sehingga akan meningkatkan daya saing masyarakat kita dan dapat mempercepat terwujudnya masyarakat Bantul yang maju, kuat, demokratis dan sejahtera,” pungkas Halim. (Pg)

Berbagi:

Pos Terbaru :