Sinergi Lintas Sektor Diperkuat, Bantul Optimis Tekan Angka Stunting

Komitmen lintas sektor dalam percepatan penurunan stunting di Kabupaten Bantul kembali diperkuat melalui Rembug Stunting Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Penandatanganan Pernyataan Komitmen Konvergensi Penanggulangan Stunting, Selasa (29/7/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan program, memperkuat sinergi, serta merumuskan langkah bersama dalam mewujudkan generasi Bantul yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

Rembug Stunting Tahun 2026 secara resmi dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Bantul, Hermawan Setiaji, yang hadir mewakili Wakil Bupati Bantul. Pada kesempatan tersebut, para pemangku kepentingan menandatangani Pernyataan Komitmen Konvergensi Penanggulangan Stunting sebagai bentuk penguatan komitmen bersama dalam menyinergikan upaya percepatan penurunan stunting.

Mengawali arahannya, Hermawan menegaskan bahwa Kabupaten Bantul masih menghadapi sejumlah tantangan pembangunan, di antaranya pengangguran, kemiskinan, dan stunting. Menurutnya, ketiga persoalan tersebut saling berkaitan sehingga memerlukan penanganan yang terpadu dan berkelanjutan melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) menunjukkan prevalensi stunting di Kabupaten Bantul terus mengalami perbaikan. Pada tahun 2021 angka stunting tercatat sebesar 19,1% kemudian menurun menjadi 14,9% pada tahun 2022. Capaian tersebut hampir memenuhi target prevalensi stunting nasional tahun 2024 sebesar 14% Meski demikian, berbagai upaya tetap perlu diperkuat agar tren penurunan stunting dapat dipertahankan dan semakin merata di seluruh wilayah Kabupaten Bantul.

Hermawan menegaskan bahwa stunting bukan semata persoalan kesehatan, melainkan persoalan multidimensi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kondisi ekonomi keluarga, pendidikan, sanitasi, pola asuh, hingga pemenuhan gizi. Karena itu, penanganannya membutuhkan keterlibatan seluruh perangkat daerah, pemerintah kapanewon dan kalurahan, tenaga kesehatan, dunia usaha, akademisi, serta masyarakat.

“Permasalahan stunting bukan persoalan yang berdiri sendiri. Banyak faktor yang memengaruhinya, sehingga diperlukan langkah bersama dan sinergi lintas sektor agar upaya penurunan stunting dapat berjalan lebih efektif,” tegas Hermawan.

Melalui forum ini, setiap kapanewon diharapkan mampu memetakan kondisi stunting di wilayahnya, mengidentifikasi berbagai permasalahan yang dihadapi, serta menyusun rekomendasi dan rencana aksi sesuai dengan karakteristik masing-masing wilayah. Hasil pembahasan tersebut selanjutnya akan menjadi dasar penyusunan kebijakan dan program yang lebih tepat sasaran dalam mendukung percepatan penurunan stunting di Kabupaten Bantul.

Melalui komitmen yang telah dibangun bersama, sinergi antarperangkat daerah dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan semakin kuat. Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, Kabupaten Bantul optimistis dapat terus menekan angka stunting serta mewujudkan keluarga yang sehat, sejahtera, dan generasi yang berkualitas. (ADS)

Berbagi:

Pos Terbaru :