Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto, menyalurkan berbagai bantuan bagi kelompok masyarakat sektor kelautan dan perikanan dalam kegiatan reses di Kalurahan Panggungharjo, Senin (10/8/2026). Bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat sarana produksi, meningkatkan produktivitas, serta mendukung pengembangan usaha masyarakat.
Siti Hediati Soeharto atau yang akrab disapa Titiek Soeharto menyampaikan, bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari aspirasi masyarakat yang diperjuangkan melalui program pemerintah. Beliau berharap bantuan dapat dimanfaatkan secara optimal sesuai peruntukannya.
“Penyaluran bantuan ini merupakan wujud nyata dari aspirasi masyarakat yang saya perjuangkan. Saya berharap bantuan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi, memperkuat usaha kelompok, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Bantuan yang disalurkan meliputi 10 unit mesin kapal 30 PK, 33 unit bioflok, 3 unit ses biozas, 12 pokok induk basis, 2 paket peralatan pengolahan ikan, 450 ekor ikan air tawar, 960 ekor calon induk ikan air tawar, 2 paket bioflok, 1 unit mesin pompa, serta 219 unit alat penangkap ikan.
Titiek juga mendorong penyuluh perikanan untuk terus melakukan pendampingan kepada kelompok penerima agar bantuan tidak berhenti pada proses penyaluran, tetapi mampu meningkatkan kapasitas usaha, produksi, dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Sementara itu, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Siti Hediati Soeharto kepada masyarakat Bantul, baik di sektor kelautan dan perikanan maupun pertanian.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bantul, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi. Kami berharap kelompok penerima dapat memanfaatkan bantuan ini dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan produktivitas dan mengembangkan usaha,” ungkapnya.
Bupati menambahkan, dukungan sarana produksi menjadi penting untuk meningkatkan produktivitas di tengah keterbatasan lahan pertanian. Bantul mencatat surplus beras sekitar 50 ribu ton pada tahun 2024, yang kembali meningkat sekitar 20 ribu ton pada tahun 2025.
Capaian tersebut menunjukkan pentingnya dukungan teknologi, sarana produksi, serta pendampingan dalam menjaga produktivitas dan ketahanan pangan daerah. Hal serupa diharapkan dapat diterapkan pada sektor kelautan dan perikanan agar bantuan yang diberikan mampu memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.
Sinergi antara DPR RI, pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Bantul, penyuluh, dan kelompok masyarakat diharapkan terus diperkuat sehingga berbagai program dapat tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. (ADS)




