Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Tahap III Tahun 2026 yang menyasar Padukuhan Rejosari, Kalurahan Terong, Kapanewon Dlingo resmi ditutup. Upacara penutupan digelar pada Kamis (13/08/2026) di Lapangan Sepak Bola Ngenep, Kalurahan Terong, Kapanewon Dlingo.
Acara penutupan ini menandai tuntasnya kolaborasi lintas sektor antara TNI, Pemerintah Kabupaten Bantul, dan masyarakat dalam mengakselerasi pembangunan fisik maupun non-fisik di wilayah tersebut yang telah berjalan selama satu bulan penuh.

Upacara dihadiri Komandan Kodim (Dandim) 0729/Bantul Letkol Kav Fikri Nurheldi, S.E., M.Han., serta jajaran TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten Bantul, dan unsur masyarakat. Penyerahan hasil pelaksanaan TMMD kepada Pemerintah Kabupaten Bantul diwakili oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum dan disaksikan oleh Inspektur Upacara, Komandan Korem (Danrem) 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, S.Sos., M.Si., M.Sc.
Dalam pelaksanaannya, TMMD kali ini difokuskan pada pembukaan akses jalan baru sepanjang 500 meter dengan lebar 4 meter guna melancarkan mobilitas warga, pengerjaan cor blok sepanjang 650 meter dengan tebal 10 sentimeter dan lebar 70 sentimeter. Pembangunan fisik juga mencakup pembuatan talud penguat jalan sepanjang 130 meter, lebar 30 sentimeter, dan tinggi 1,3 meter, serta perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Selain pembangunan infrastruktur, juga dilaksanakan kegiatan non fisik berupa penyuluhan wawasan kebangsaan dan bela negara, penyuluhan hukum dan keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas), kesehatan, pencegahan stunting, posyandu, peningkatan kapasitas dan pemberdayaan masyarakat, serta edukasi terkait keamanan di ruang digital.
Inspektur upacara, Danrem 072/Pamungkas, Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi sehingga rangkaian pelaksanaan TMMD dapat berjalan dengan aman dan lancar.
“Kerja sama antara TNI, Polri, Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah dalam memadukan dan memajukan percepatan pembangunan di daerah diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat di daerah,” tuturnya.
Menurutnya, TMMD berfokus pada wilayah pedesaan dengan harapan pembangunan yang dilaksanakan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mengurangi kesenjangan sosial, serta mewujudkan pembangunan yang lebih merata.
“Dari desa inilah kita angkat, memperbaiki bersama-sama untuk kesuksesan dan ekonomi yang lebih baik,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Brigjen TNI Yuniar berpesan kepada seluruh personel yang terlibat dalam kegiatan agar tetap memperhatikan faktor keamanan setelah berakhirnya pelaksanaan TMMD dan kembali ke satuan maupun daerah masing-masing. (Ag-Fza)




