Panen Raya Bawang Merah di Bantul Capai 4.000 Ton, Nilai Produksi Tembus Rp72 Miliar

Pemerintah Kabupaten Bantul bersama para petani bawang merah dan sejumlah pihak menggelar panen raya di Bulak Bungkus, Kalurahan Parangtritis, Kapanewon Kretek, Kamis (20/8/2026). Panen raya tersebut berlangsung di lahan seluas sekitar 200 hektare dengan total produksi mencapai 4.000 ton.

Dengan produktivitas rata-rata 21 ton per hektare dan harga jual bawang merah di tingkat petani yang mencapai Rp18.000 per kilogram, nilai hasil panen di kawasan tersebut diperkirakan mencapai Rp72 miliar.

Ketua Gapoktan Makmur Parangtritis, Kadiso, mengatakan keberhasilan produksi bawang merah tidak lepas dari penerapan teknologi dalam proses budidaya. Salah satunya melalui penggunaan sistem penyiraman berbasis elektrifikasi atau pompa listrik.

Menurut Kadiso, penggunaan pompa listrik mampu memangkas biaya penyiraman hingga 88 persen dibandingkan dengan pompa berbahan bakar minyak (BBM).

“Di samping itu, dengan elektrifikasi juga bisa dimanfaatkan oleh petani untuk memasang alat light trap atau pengendali hama dan penyakit yang sangat ramah lingkungan dan murah,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan komoditas hortikultura, khususnya bawang merah, telah menjadi salah satu sumber utama kesejahteraan petani, terutama masyarakat yang berada di wilayah Bantul bagian selatan.

“Hortikultura bawang merah ini menjadi salah satu andalan pertanian di Kabupaten Bantul yang berkontribusi terhadap total produksi di DIY sebesar 70 persen. Rasa syukur ini merupakan hasil dari kolaborasi berbagai stakeholder yang ada,” tutur Bupati.

Beliau berharap, capaian produktivitas panen kali ini dapat semakin memperkuat kesejahteraan petani sekaligus mendorong keberlanjutan sektor pertanian di Bumi Projotamansari.

Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bantul akan terus memberikan perhatian terhadap sektor pertanian. Sebab, pertanian menjadi salah satu dari tiga sektor ekonomi strategis Kabupaten Bantul, bersama industri kreatif dan pariwisata. 

“Hampir 70 persen dari total produksi bawang merah di DIY disumbang Bantul. Bawang merah menjadi andalan petani dan setiap tahunnya hasil panen terus membaik,” lanjutnya. (Fza)

Berbagi:

Pos Terbaru :