KSB Mulyodadi Dikukuhkan, Pemkab Bantul Dorong Masyarakat Aktif Hadapi Bencana

Puluhan warga Kampung Mulyodadi, Kapanewon Bambanglipuro, Bantul, mulai dari anak-anak hingga warga paruh baya, tampak berlarian di Lapangan Mulyodadi, Jumat pagi (21/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Apel Pengukuhan Kampung Siaga Bencana (KSB) Mulyodadi sekaligus uji SOP penanganan bencana hidrometeorologis banjir.

Selain simulasi, dalam apel turut dikukuhkan 40 orang pengurus KSB Mulyodadi serta 12 orang Taruna Siaga Bencana (Tagana). Pengukuhan dan simulasi ini menjadi momentum untuk memperkuat kesiapsiagaan serta kewaspadaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta menegaskan bahwa penanganan bencana tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Keterlibatan aktif masyarakat menjadi salah satu kunci dalam membangun ketangguhan menghadapi bencana.

“Kita tidak mungkin dapat mencegah datangnya bencana, namun kita dapat mempersiapkan diri untuk mengurangi risiko dan memperkuat kemampuan masyarakat dalam menghadapinya,” pesan Aris.

Imbuhnya, pengukuhan KSB merupakan langkah penting untuk membangun masyarakat yang tanggap, siap, dan memiliki kemampuan menghadapi situasi bencana di lingkungan masing-masing. Karena itu, keberadaan KSB harus terus dihidupkan melalui berbagai pelatihan dan simulasi secara berkelanjutan.

Selain meningkatkan pengetahuan dan edukasi kebencanaan, kegiatan tersebut dinilai penting untuk mengasah koordinasi, memperjelas pembagian peran, serta memastikan masyarakat mengetahui apa yang harus dilakukan ketika bencana benar-benar terjadi.

Sementara itu Asisten Deputi Pengurangan Risiko Bencana Kemenko PMK, Andre Notohamijoyo, mengapresiasi upaya penguatan pengurangan risiko bencana melalui pembentukan KSB ini. Menurutnya, KSB dapat menjadi basis kekuatan sosial dan budaya masyarakat dalam membangun kewaspadaan serta kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi seluruh unsur, mulai dari kementerian/lembaga, pemerintah daerah hingga unsur kesehatan.

“Kita sangat berharap keterlibatan seluruh pihak terus diperkuat. Berbagai unsur harus saling mendukung sehingga terbentuk ekosistem masyarakat yang tangguh terhadap bencana,” ujarnya.

Melalui pengukuhan KSB Mulyodadi dan simulasi Uji SOP tersebut, masyarakat tidak hanya dibekali pengetahuan mengenai potensi bencana, tetapi juga dilatih untuk bergerak bersama dalam situasi darurat. Dengan demikian, kesiapsiagaan diharapkan dapat tumbuh menjadi budaya yang melekat dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

Dalam momen tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan dari Kementerian Sosial RI senilai Rp307.161.396 untuk Program Kesiapsiagaan dan Mitigasi Bencana di Kabupaten Bantul. Bantuan tersebut meliputi fasilitasi pembentukan KSB serta pengisian lumbung sosial di Mulyodadi. Selain itu, diserahkan pula bantuan program penanganan bencana dari Dinas Sosial DIY sebesar Rp2.263.830. (Hahn)

Berbagi:

Pos Terbaru :