Tanam perdana tebu pada areal pengembangan Kerja Sama Operasional (KSO) Madubaru Musim Tanam 2026/2027 digelar di Kebun Depok, Kalurahan Parangtritis, Kapanewon Kretek. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas areal penanaman komoditas tebu sekaligus mendukung target swasembada gula nasional.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, mengatakan penanaman tebu merupakan salah satu program prioritas pemerintah dalam mendorong tercapainya swasembada gula.
“Hari ini kita di Depok Parangtritis bersama dengan GKR Mangkubumi untuk menanam tebu. Ini menjadi program prioritas pemerintah untuk mencapai swasembada gula. Jadi konsumsi gula di Indonesia ini kan masih impor,” tutur Bupati.
Bupati menambahkan, Kabupaten Bantul memiliki sejarah panjang sebagai salah satu wilayah yang pernah menjadi lumbung gula nasional. Jejak sejarah tersebut ditandai dengan keberadaan sejumlah pabrik gula yang telah ada sejak masa lampau.
“Apalagi Bantul ini punya jejak-jejak sejarah sebagai lumbung gula nasional pada zaman dulu. Jadi penanaman tebu kali ini bukan hal yang baru dalam tradisi tanam tebu di Kabupaten Bantul,” jelasnya.
Ia berharap, pengembangan komoditas tebu di Bumi Projotamansari dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produksi gula dalam negeri. Menurutnya, penguatan kembali sektor pertanian tebu juga menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali potensi Bantul sebagai daerah penghasil gula.
“Dengan penanaman ini Bantul diharapkan punya kontribusi untuk menuju swasembada gula nasional,” imbuh Bupati.
Sementara itu, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi menjelaskan bahwa areal yang digunakan dalam pengembangan tebu tersebut merupakan lahan wedi kengser yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Pengembangan dilakukan melalui kolaborasi pemanfaatan tanah Sultan Ground dengan lahan pelungguh lurah serta lokasi-lokasi milik warga setempat.
“Di lokasi ini adalah pengembangan, dan ini kan adalah wedi kengser yang tidak digunakan oleh masyarakat, kita kolaborasi dengan tanah Sultan Ground yang ada kemudian bersama-sama dengan pelungguh pak lurah dan lokasi-lokasi warga setempat,” terang GKR Mangkubumi.
GKR Mangkubumi menambahkan, pengembangan areal tebu tidak berhenti di Kebun Depok. Selanjutnya, pengembangan akan diarahkan ke wilayah Selopamioro dan terus dilakukan dengan memanfaatkan lahan-lahan yang dinilai memungkinkan untuk ditanami tebu.
“Setelah ini Selopamioro tapi kita ya terus akan memfungsikan tanah-tanah yang memang bisa ditanami tebu,” ujarnya. (Fza)




