Perkuat Pembangunan Berkelanjutan, Forum CSR Dorong Revitalisasi Goa Selarong

Kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha melalui Corporate Social Responsibility (CSR) terus diperkuat untuk mendukung pembangunan di Kabupaten Bantul. Kamis (27/8/2026). Salah satunya melalui dukungan terhadap revitalisasi Kawasan Wisata Budaya dan Sejarah Goa Selarong, yang diharapkan mampu memperkuat potensi wisata sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Hal tersebut disampaikan dalam Pertemuan Forum CSR Kabupaten Bantul yang dirangkaikan dengan Penyerahan Penghargaan CSR kepada sejumlah perusahaan yang telah berkontribusi dalam mendukung pembangunan daerah.

Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta, menyampaikan bahwa CSR bukan sekadar kewajiban perusahaan, melainkan wujud kepedulian dan komitmen bersama untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat. Menurutnya, pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, tidak hanya pemerintah.

“CSR bukanlah sebuah kewajiban, melainkan komitmen bersama untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat. Pembangunan daerah bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, melainkan kerja kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta. Di tengah tantangan efisiensi anggaran dan kondisi global yang dinamis, Kabupaten Bantul harus terus tumbuh dan bergerak,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Bantul, Ari Budi Nugroho, mengatakan bahwa Forum CSR menjadi wadah untuk memperkuat sinergi antara program CSR dengan prioritas pembangunan daerah.

“Penyelenggaraan forum ini dilandasi oleh kesadaran bahwa CSR memiliki potensi besar sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mencapai target-target pembangunan yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Bantul Tahun 2025–2029. Sinergi antara program CSR dengan program pemerintah akan menciptakan pembangunan yang lebih terarah, efektif, dan berkelanjutan bagi masyarakat Kabupaten Bantul,” jelas Ari.

Salah satu bentuk sinergi tersebut diwujudkan melalui revitalisasi Goa Selarong, kawasan yang memiliki nilai sejarah penting karena berkaitan erat dengan perjuangan Pangeran Diponegoro. Revitalisasi diharapkan tidak hanya memperbaiki dan meningkatkan daya tarik kawasan wisata, tetapi juga menguatkan fungsi Goa Selarong sebagai ruang edukasi sejarah dan budaya.

Pengembangan kawasan tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar, khususnya melalui pertumbuhan UMKM dan ekonomi kreatif.

Melalui Forum CSR, Pemerintah Kabupaten Bantul terus membuka ruang kolaborasi dengan dunia usaha agar kontribusi CSR dapat diarahkan pada program yang tepat sasaran, memberikan manfaat nyata, dan berkelanjutan.

Revitalisasi Goa Selarong menjadi salah satu contoh bahwa kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dapat berjalan bersama untuk merawat warisan sejarah, mengembangkan potensi wisata, sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat. (ADS)

Berbagi:

Pos Terbaru :