Kunjungan ke Layanan Lansia Terintegrasi (LLT) di Kalurahan Guwosari, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul, Sabtu (6/9/2026), menjadi momentum memperkuat kerja sama antara masyarakat Guwosari dengan Yayasan Saemaul dari Korea Selatan.
Kegiatan yang berlangsung di Balai Amor tersebut turut dihadiri Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, Lurah Guwosari Masduki Rahmat, serta Ketua Asosiasi Saemaul Kota Daegu, Mr Choi, bersama rombongan dari Korea Selatan.
Dalam sambutannya, Lurah Guwosari Masduki Rahmat mengatakan Balai Amor sebelumnya merupakan bangunan bekas sekolah dasar yang kemudian direnovasi berkat dukungan dan kerja sama dengan Yayasan Saemaul.
Menurutnya, renovasi tersebut tidak sekadar memperbaiki kondisi fisik bangunan, tetapi juga menghadirkan ruang yang nyaman, aman, dan ramah bagi masyarakat, khususnya para lanjut usia.
“Bagi kami renovasi ini bukan sekadar memperbaiki bangunan. Yang kita bangun adalah ruang untuk bertemu, belajar, berkegiatan dan menguatkan kebersamaan,” ujar Masduki.
Ia menjelaskan, keberadaan LLT lahir dari gagasan agar lansia tidak hanya dipandang sebagai kelompok masyarakat yang perlu dibantu. Para lansia, menurutnya, merupakan bagian penting dari masyarakat yang memiliki pengalaman, pengetahuan, kemampuan, serta kontribusi yang berharga.
“Karena itu Balai Amor bukan hanya untuk lansia, Balai Amor adalah ruang bersama,” katanya.
Masduki menambahkan, kunjungan tersebut memiliki arti penting bagi masyarakat Guwosari. Selain menjadi kesempatan untuk bertemu secara langsung, kegiatan itu juga menjadi momentum bersama-sama melihat hasil dukungan yang telah diberikan dan membuka peluang bagi pengembangan kerja sama ke depan.
Sementara itu, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian, kerja sama, serta bantuan yang diberikan pihak Saemaul dari Korea Selatan.
Ia berharap kerja sama tersebut dapat mempererat hubungan persaudaraan antara Korea Selatan dan Indonesia, khususnya antara Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Korea Selatan.
“Mudah-mudahan kehadiran Bapak Ibu dari Saemaul Korea Selatan ini akan menjadikan hubungan antara Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Indonesia dengan Korea Selatan semakin produktif bekerja sama untuk kemajuan kedua bangsa,” tutur Bupati.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Asosiasi Saemaul Kota Daegu, Mr Choi, menjelaskan mengenai semangat Saemaul Undong yang menjadi dasar gerakan pembangunan masyarakat di Korea Selatan.
“Secara singkat, Saemaul Undong adalah gerakan untuk menyejahterakan masyarakat dengan beberapa semangat. Yang pertama adalah semangat kerja sama, semangat kemandirian dan juga semangat gotong royong,” jelasnya.
Mr Choi mengatakan, perkembangan Korea Selatan tidak terlepas dari perjuangan dan semangat masyarakat dalam menjalankan gerakan Saemaul. Gerakan tersebut terus dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam berbagai bidang, termasuk lingkungan, kebudayaan, dan kesehatan.
“Kami datang ke Kabupaten Bantul ini salah satunya bertujuan untuk memajukan dan menyejahterakan masyarakat. Saya berharap ke depannya kita dapat bekerja sama-sama untuk menyejahterakan masyarakat,” katanya.
Ia juga berharap kerja sama antara Saemaul dan Kabupaten Bantul dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat Guwosari. (Fza)




