Mletik Preneur Batch September Lahirkan Tiga UMKM Juara

Program Mletik Preneur Batch September yang diselenggarakan PT Pegadaian dan Rumah BUMN BRI berkolaborasi dengan DKUKMPP Kabupaten Bantul melahirkan tiga UMKM juara. Ketiganya menerima penghargaan dalam acara yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai 2 Gedung Dekranasda Bantul, Selasa (30/9).

Bagi para pemenang, mengikuti Mletik Preneur bukan sekadar mengikuti pelatihan. Program tersebut juga membuka wawasan baru dalam mengelola dan mengembangkan usaha.

Indah, pelaku usaha Susu Almond Alifah asal Maguwoharjo, misalnya. Selama tiga tahun menjalankan usahanya, ia memasarkan produk secara sederhana dengan menawarkan kepada teman-teman dekat dan hanya berproduksi ketika ada pesanan. Setelah mengikuti Mletik Preneur, Indah mulai menyadari pentingnya memperluas jangkauan pemasaran agar produknya semakin dikenal masyarakat.

“Selama ini cuma mengalir saja, cuma nawarin sama teman-teman dekat saja. Nah, sekarang saya berpikir bagaimana cara supaya produk saya ini lebih banyak dikenal,” ujarnya.

Hal serupa dirasakan Irma, yang berhasil meraih juara pertama melalui usaha Pawon Mbah Buang. Ia mengembangkan sejumlah produk, salah satunya nugget tempe yang menurutnya dapat dinikmati oleh berbagai kalangan.

“Ini yang saya majukan nugget tempe karena anak-anak suka, dewasa suka. Bisa untuk lauk, bisa untuk camilan. Dari pelatihan ini kita jadi tahu agar fokus dengan produk, tidak melulu di luarnya saja. Bagaimana kita support diri sendiri,” tuturnya.

Sementara itu, Salma menghadirkan produk siomay dan aneka makanan beku (frozen food) berbahan dasar ikan tenggiri yang dibuat tanpa MSG dan bahan pengawet. Baginya, pengalaman mengikuti program tersebut memberikan bekal yang tidak hanya berkaitan dengan pengembangan produk, tetapi juga penguatan mental sebagai pelaku usaha.

“Banyak sekali yang saya dapat, bagaimana memperkuat mental kita untuk terus konsisten menjalankan usaha dan terus bertahan di situasi dan kondisi saat ini,” kata Salma.

Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta, yang hadir dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa perkembangan UMKM saat ini tidak dapat dilepaskan dari perubahan pola pemasaran. Oleh karena itu, pelaku usaha perlu semakin memahami dan memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas jangkauan pemasaran produknya.

“Banyak usaha mulai dari skala kecil dikerjakan dari rumah, melibatkan keluarga kemudian berkembang dan mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” ujar Aris.

Menurutnya, memiliki produk berkualitas saja belum cukup untuk mendorong perkembangan usaha. Pelaku UMKM juga perlu memiliki kemampuan dalam mengelola usaha, membaca peluang pasar, berinovasi, membangun jejaring, serta memanfaatkan teknologi dan pemasaran digital.

Dorongan untuk terus berkembang juga disampaikan Deputi Bisnis PT Pegadaian Area Yogyakarta, Heri Prasongko. Ia menyebut UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia sehingga penguatan kapasitas pelaku usaha perlu terus dilakukan.

Heri mengatakan, perubahan zaman dan berbagai tantangan yang dihadapi menuntut pelaku UMKM untuk terus berinovasi. Peningkatan kualitas produk, perluasan pemasaran, hingga pemanfaatan teknologi digital menjadi bagian penting agar usaha mampu bertahan sekaligus berkembang.

“Di tengah berbagai tantangan, perubahan zaman, para pelaku UMKM tentu dituntut untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas produk, memperluas pemasaran, dan memanfaatkan teknologi digital untuk mampu bersaing dan berkembang bersama melalui pelatihan ini,” jelasnya. (Hahn)

Berbagi:

Pos Terbaru :