Petik Melon perdana di Green House Saemaul Muntuk digelar di Lumbung Mataraman Muntuk, Kapanewon Dlingo pada Kamis (1/10/2026). Yayasan Global Saemaul Indonesia (YGSI) telah membangun green house Saemaul Muntuk sebagai bentuk komitmen nyata dalam mendampingi dan menjalankan program kerja sama pembangunan Lumbung Mataraman Saemaul di Kalurahan Muntuk.
Kawasan pertanian seluas 600 meter persegi ini ditanami sekitar 800 tanaman melon, 700 tanaman melon diantaranya berjenis Chamoe. Selain melon, juga ditanami terong, timun, dan kacang panjang. Nantinya para pengunjung tidak hanya bisa memetik melon dan tanaman lainnya, namun juga akan dijelaskan terkait cara menanam yang baik.
Lurah Muntuk, Marsudi, mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Global Saemaul Indonesia (YGSI) yang telah mendampingi kegiatan masyarakat khususnya di Kalurahan Muntuk sejak Tahun 2025. Dirinya berharap, berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan dapat membantu masyarakat menjadi lebih baik.
Direktur Saemaul Foundation Kantor Perwakilan Indonesia, Seunghoon Hong, mengatakan bahwa program percontohan Saemaul ini sudah dimulai sejak Tahun 2025 dan akan berjalan hingga Tahun 2029. Pada mulanya dilakukan Pembangunan pendopo, kemudian green house yang mulai dibangun pada Bulan April 2026 dan selesai pada akhir Mei. Pada bulan Juli melon mulai dibudidayakan, dan saat ini sudah memasuki bulan ketiga, sehingga siap untuk dipanen.
Saat ini sudah ada berbagai fasilitas pendukung, dan akan dibangun lagi fasilitas lainnya. “Program ini tidak hanya tentang pembangunan saja, tetapi partisipasi dari masyarakat, juga pihak pemerintah merupakan hal sangat penting. Sehingga pemerintah kalurahan maupun BUMKal dapat berpartisipasi aktif untuk mengembangkan program yang ada,” lanjut Seunghoon Hong.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Fenty Yusdayati mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Global Saemaul Indonesia yang telah mengembangkan potensi di Kalurahan Muntuk. Dirinya berharap agar masyarakat bisa mengembangkan kawasan ini menjadi wisata edukasi pertanian khususnya buah melon.
“Harapannya Kawasan Lumbung Mataraman ini menjadi tempat untuk menggabungkan antara pertanian, edukasi, dan pariwisata, sehingga terjadi pertumbuhan perekonomian di lokasi ini. Terima kasih kepada YGSI, semoga kerjasama di Kapanewon Dlingo ini terus dipertahankan, komitmen yang akan dikerjakan selama ini tetap dilanjutkan. Semoga tananman melon bisa tumbuh dan berkembang dengan baik,” pungkas Fenty. (Pg)




