Genap 70 tahun yang lalu tepatnya 1 Juni 2015 , Ir. Soekarno telah mengusulkan dasar falsafah Negara Indonesia yang diperoleh dari Mr. Muhammad Yamin yakni Pancasila. Namun pada tanggal 30 September 1965 terjadi pergolakan yang dinamakan Gerakan G.30.S PKI, gerakan ini berusaha untuk menggantikan dengan paham Komunis dan membawa korban baik sipil, tentara bahkan jendral, hal tersebut disampaikan Gubernur DIY, Sri Sultan HB X dalam sambutan tertulis yang dibacakan Inspektur Upacara Hari Kesaktian Pancasila.
Lebih lanjut dikatakan setiap 30 September bangsa Indonesia selalu memperingati tragedi tersebut yang dilanjutkan dengan Peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada tanggal 1 Oktober. Pada tanggal 10 Nopember 1986, Pancasila pertama kalinya diperkenalkan oleh Soeharto sebagai ideologi terbuka yang menuntut untuk menyesuaikan diri terhadap perkembangan zaman. Memasuki tahun 1998 yang mana terjadi reformasi besar-besaran telah menenggelamkan keberadaan Pancasila, hal ini dikhawatirkan akan memudarkan bersama sejarah masa lalu.
Upacara yang diikuti karyawan SKPD, BUMN, BUMN, TNI, POLRI, Linmas, TAGANA, pelajar SD, SMP/MTs serta SMK.SMA. dengan Komandan upacara Kapten ARM Mujiyono., mengambil tema “Pelaksanaan Nilai-Nilai Pancasila Untuk Penguatan Demokrasiâ€.
Gubernur juga menekankan bahwa Pancasila merupakan jati diri bangsa Indonesia, sebagai falsafah, idiologi dan alat pemersatu harus tetap kokoh berdiri. Maka seharusnya momentum peringatan kali ini harus memberikan kesadaran kita untuk meresapi nilai-nilai luhur yang telah dirumuskan. (mw)