Menurut Kepala Dinas Kebudayaan DIY Drs. Umar Priyono, M.Pd yang mewakili Gubernur DIY dalam sambutannya antara lain mengatakan bahwa cerita "Cupu Manik Hasthagina" yang berasal dari cerita pewayangan Ramayana, secara filosofis mengandung edukasi yang mendalam untuk dicermati. Sehingga diharapkan masyarakat akan mendapatkan pencerahan tentang pentigngnya harkat, martabt dan eksistensi manusia di dalam khasanah kebudayaan.
Ketua Panitia Drs. Sukisna melaporkan bahwa pentas teater kolosal "Rebutan Cupu Manik Hasthagina" dilaksanakan dalam rangka upaya pelestarian, pengembangan dan aplikasi nilai-nilai budaya luhur di masyarakat melalui Dinas Kebudayaan DIY, yang melibatkan pelaku seni dari berbagai komunitas teater, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, dan para pelajar untuk memberikan kesempatan kepada mereka dalam menunjukkan sumbangsihnya dengan kegiatan kesenian yang berkualitas.
Hadir dalam kesempatan tersebut dan membacakan sambutan tertulis Pj. Bupati Bantul adalah Sekda Kabupaten Bantul Drs. Riyantono,M.Si yang memberikan apresiasi kepada para seniman budayawan di Yogyakarta yang telah mengangkat budaya lokal guna melesatarikan, mengembangkan dan membudayakan yang penuh dengan nilai-nilai luhur agar "wong Jawa ora kelangan Jawane lan kari jahile". Sementara itu sebagai bintang tamu dari Pemkab Bantul adalah Asisten III Sunarto, S.H MM. (bn) (bn)