Tranmigrasi merupakan usaha pemerintah untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat baik yang menjadi transmigran maupun warga daerah tujuan. Para transmigran diharapkan mampu memberi contoh bagaimana cara mengolah lahan dengan baik, hal tersebut dikatakan Penjabat Bupati bantul dalam sambutan yang dibacakan Asisten Administrasi Umum, Sunarto, SH, MM. saat melepas tranmigrasi di halaman Kantor Nakertrans Bantul, senin (9/12).
Lebih lanjut dikatakan para transmigran harus giat bekerja di lokasi tujuan untuk mengolah lahan yang telah dipersiapkan. Selama belum menghasilkan kehidupan warga akan dibantu dari pemerintah baik bahan makanan maupun keper;luan lainnya.
Sementara Kabid Transmigrasi, Disnakertras, Bantul, Mudiyono menjelaskan tahun 2015, Disnaker Bantul memberangkatkan 15 keluarga yang terdiri dari 45 jiwa. Dari 15 KK tersebut 4 KK berasal dari Pundong, 3 dari Piyungan, 2 dari Dlingo, 1 KK dari Kasihan, 1 KK dari Kretek, 1 KK Bantul, 1 KK Bambanglipuro, dan 1 KK Sedayu dan 1 KK dari Jetis.
"Penampungan transmigran untuk Bantul di Transito Bantul mulai tadi malam, dan pagi ini akan menuju penampungan propinsi DIY di Transito Tegalrejo untuk bersama-sama dari kabupaten lain. Pemberangkatan dari DIY pada tanggal 11 November melalui Tanjung Perak Surabaya," jelasnya.
Para transmigran asal Bantul kali ini akan ditempatkan di UPT Tanjung Buka, Salim Batu, Tanjung Palas Tengah, Bulungan, Kalimantan Utara. (mw)