Kebutuhan dasar masyarakat harus terpenuhi untuk menjamin kesehatan masyarakat. Apabila kualitas kerluarga sudah sehat dan sejahtera maka akan tercipta ketahanan wilayah dan Negara akan tercipta. KB dan kesehatan merupakan ikhtiar manusia untuk meningkatkan kualitas hidup dan menjamin keberadaan manusia di muka bumi.
Di Bantul selain mempunyai program-program KB juga mempunyai program unggulan yakni Pengembangan Desa Siaga yakni DB4MK (Desa Bebas 4 Masalah Kesehatan) plus yang diukur dari 4 dampak yaitu kematian ibu (AKI), kematian bayi (AKB), Gizi Buruk, Demam Berdarah Dengue, plus TBC. Apabila suatu dusun mampu mencapai program tersebut dalam satu tahun akan mendapat reward.
Program kesehatan terhadap anak tidak hanya yang sudah lahir, sejak masih dalam kandungan mendapat perhatian dengan program bantuan gizi. Bahkan program baru yang saat ini sedang digalakkan yakni kegiatan Kelompok Pendukung Ibu (KP-Ibu).
Sementara itu ketua Pelaksana kegiatan yang juga Dandim 0729/Bantul, Tumadi, S.Sos. dalam laporannya mengatakan Pencapaian peserta KB baru selama kegiatan Bhakti Sosial TNI – KB-Kesehatan sebesar 10.666 akseptro (77,67%) dari target 13.733 akseptor. Peserta KB aktif tercapai 119.628 akseptor (100.11 %) dari target sebesar 119.491 akseptor.
Pelayanan kesehatan dasar gratis bagi semua keluarga miskin mencapai 100 %, keluarga yang ditanggung BPJS-kesehatan, Jamkesos dan Jemkesda sebesar 100%. Pelayanan imunisasi berjalan dengan baik. Cakupan kunjungan K1 = 66,29% kunjungan K4 = 60,57 % persalinan Nakes = 63,34 % dan kunjungan Nifas = 60,14%.
Kegiatan yang diadakan selama Bakti Sosial TNI KB-Kes di Bantul diantaranya mengirim motivator KB Pria dari kalangan TNI, Polri dan masyarakat umum pada pelatihan dan sosialisasi KB Pria di tingkat DIY, melaksanakan donor darah, memberikan reward kambing betina (18 ekor) dan reward dana 62 juta rupiah untuk peserta KB Pria MOP dan kegiatan lainnya. (m)