Pencanangan Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan Tingkat Kabupaten Bantul Th 2016 di Kecamatan Dlingo

Wakil Bupati Bantul Pimpin Pencanangan Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan tahun 2016 di Desa Temuwuh Kecamatan Dlingo, diikuti oleh Tim Penggerak (TP) PKK Tingkat Kabupaten Bantul, tingkat kecamatan se Kabupaten Bantul dan tingkat Desa Temuwuh Dlingo

Dalam acara yang bertema Melalui Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan Kita Tingkatkan Penurunan AKI-AKB-AKBAL dan Peningkatan KB , dihadiri pula oleh perwakilan SKPD terkait, Muspika Kecamatan Dlingo, tokoh/pemuka masyaranat, TP PKK Kabupaten, Kecamatan, kader PKK Desa Temuwuh dan TP PKK DIY bertempat di Pendopo Desa Temuwuh Dlingo, Senin (10/9).

Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Bantul Hj. Emy Masruroh, SPd mewakili Ketua TP PKK Kabupaten dalam sambutannya menyampaikan bahwa Bulan September ini merupakan titik awal dari kegiatan Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan yang akan berlangsung pada bulan September, Oktober dan Desember Tahun 2016 ini.

Untuk itu kegiatan ii merupakan momentum yang sangat tepat untuk meningkatkan pengabdian kita khususnya TP PKK baik di tingkat kabupaten, kecamatan maupun tingkat desa dalam rangka membina para keluarga yang sehat dan sejahtera demi terciptanya keluarga bahagia yang melahirkan generasi bangsa yang berkualitas.

Sementara sambutan Wakil Bupati Bantul diantaranya menyampaikan terima kasihnya atas partisipasi masyarakat Desa Temuwuh, pemuka dan tokoh masyarakatnya maupun segenap aparat Desa, Kecamatan hingga Tp PKK Kabupaten dan SKPD terkait. Karena dengan dukungan yang sangat antusias ini kegiatan dapat berjalan lancar dan sukses.

"Tentunya tidak bisa terwujud pencapaian kegiatan Pencanangan Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan ini tanpa partisipasi dan kerja keras dari semua pihak yang terkait dalam rangka mensukseskan program ini,"kata Pak Halim.

Perlu diketahui, tambah Pak Halim, bahwa kematian ibu (AKI) harus diturunkan, karena menurut data di tahun 2014 terjdi 14 kasus dan di tahun 2015 masih 11 kasus di Kabupaten Bantul. Sedangkan menurut perhitungan statistik d atahun 2014 kematian bayi ada di kisaran 8,64 dan di tahun 2015 terdapat 8,35 per 1000 kelahiran hidup.

Berdasar survey dan penelitian, bahwa yang memiliki peran besar dalam keberhasilan program tersebut karena peranan PKK yang terdiri dari kaum wanita. Bahkan sudah hampir satu setengah abad Rosulullah SAW telah menyampaikan bahwa Wanita adalah tiang negara, jika kuat para wanitanya, maka kuat pula suatu negara, namun jika lemah wanitanya, maka lemah pula suatu negara.

Bahkan berdasar Indek Human Kwality (IHK) atau tingkat kualitas kerja manusia di Yogayakarta termasuk tinggi dan usia harapan hidup di Yogyakarta 71,5 tahun, sedangan usia darapan hidup di Jepang 64-65 tahun. Ini berarti mayarakat kita mempunyai ketangguhan fisik maupun mental yang cukup bagus dari pada orang Jepang.

"Maka dari itu saya titipkan kepada para kaum ibu yaitu dapat meraih tujuan kita bersama menghadirkan keluarga bahagia, rukun dan damai atau keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah," harap Wakil Bupati.

Karena terbukti manurut data dari Pengadilan Negeri DIY kasus perceraian semakin tahun semakin meningkat jumlahnya, 60 persennya merupakan kasus gugat cerai yang berarti dari pihak perempuan yang menta cerai.

Dalam acara tersebut pemaparan materi disampaikan beberapa nara sumber diantaranya PLKB Kecamatan Dlingo Suharyanto menyampaikan tentang program KB yang dilaksanakan di Kecamatan Dlingo. Sementara Pambudi dari PMD tentang Optimalisasi Peran Pokjanal/ Pokja Pos Yandu di Kabupaten Bantul , dr, Budi Nur Rokhmah dari Dinas Kesehatan tetang P4K Dengan stiker dan Registrasi Ibu Hamil dan Dra. Hj. Sti Nur Afifah dari TP PKK Bantul tentang Mensukseskan 10 program Pokok PKK di Kabupaten Bantul. (Sit)

Berbagi:

Pos Terbaru :