Hal tersebut disampaikan oleh panitia penyelenggara Drs Masharun Ghazali Kepala Dinas Pendidikan Menengah dan Nonformal (Dikmenof ) Kabupaten Bantul dalam laporannya. "Anak TK masih termasuk dalam kelompok Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), maka penangannya butuh ketelatenan dan kesabaran, karena kita akan mencetak generasi emas Indonesia yang akan menjadi para pemimpin Indonesai dimasa depan," kata Masharun.
Pendidikan PAUD di Bantul, tambah Masharun, termasuk sangat bagus. Karena kegiatan PAUD di Bantul sering mendapatkan penghargaan baik ditingkat kabupaten, propinsi maupun nasional. Ini tidak lepas dari peran para gurunya yang semangatnya tinggi, kerja keras serta dilandasi kerja yang ihlas dan tuntas.
Sementara Sambutan Bupati Bantul yang disampaikan oleh Asisten Administrasi Umum Sunarto, SH. MM diantaranya menyampaikan bahwa dahulu awalnya di Bantul deprogram satu PAUD satu Dusun, namun saat ini terdapat beberapa dusun yang memiliki PAUD lebih dari satu. "Hal ini membuktikan bahwa masyarakat Bantul tingkat kesadarannya akan pendidikan terutama bagi anak PAUD cukup tinggi yang didukung oleh para tokoh masyarakat beserta para pendidiknya untuk memajukan pendidikan dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia kita," terang Sunarto.
Pada acara tersebut hadir pula Jajaran pengurus GOP TKI Tingkat Kabupaten dan Kecamatan, perwakilan SKPD terkait dan nara sumber dari BPOM DIY.
Dalam seminarnya dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) DIY Dra. Idha Wahyu W Apt . menyampaikan makalah tentang Strategi Pengawasan dan Penyehatan Jajanan Anak Sekolah dengan moderator Drs. Sukasman dari Dikmenof Bantul.
Idha mengatakan bahwa Prinsip dasar pengawasan obat dan makanan adalah masyarakat, pemerintah dan produsen. Disini pemerintah sebagai regulator dan produsen sebagai pelaku. Makanan yang baik dan sehat adalah merupakan faktor penting dalam menyehatkan masyarakat. Jika masyarakat sehat, maka SDMnya akan berkualitas, lebih cerdas dan produktif.
Menurut Idha, makanan yang sehat harus memenuhi beberapa unsur diantaranya aman, bermutu/berkualitras, bermanfaat, bergizi dan beragam. Sedangkan makanan yang tidak sehat adalah yang banyak pewarna, banyak perasa makanan, banyak pemanis buatan dan mengandung bakteri makanan dan racun.
Idha mengungkapkan makanan yang sudah basi berarti sudah banyak mengandung banyak bakteri. Selain bakteri yang hinggap pada makanan adalah jamur. Bakteri pada makanan setiap 20 menit berkembang membelah diri, jadi jika makanan diletakkan di udara terbuka maka akan lebih cepat dihinggapi bakteri dalam jumlah banyak dan akan menjadi basi yang membahayakan kesehatan manusia.
Pada kesempatan tersebut Idha menunjukan contoh makanan yang serin g dikonsumsi keluarga terutama yang disukai anak-anak diantaranya makanan berwarna mencolok seperti kerupuk ketela pohong, kerupuk gandum, klanting, dan beberapa makanan berpewarna dari Rhonamin B atau dares atau naptol serta makanan yang mengandung borak dan formalin.
"Beragam makanan yang mengandung zat kimia seperti pewarna jenis Rhodamin B, formalin, borak dan pemanis buatan, zat kimianya akan mengendap di ginjal, dalam jangka panjang akan menyebabkan kerusakan ginjal dan menyebabkan penyakit tumar dan kanker," terang Idha.
Yang harus kita perhatikan, kata Idha, ketika kita akan membeli makanan kita harus membaca label tanggal kadaluwarso, informasi nilai gizi, daftar bahan yang digunakan, berat bersih dan nama dagangnya. Idhapun menyampaikan, menurut hasil uji lengakp tentang kandungan kimia makanan terutama jajanan anak sekolah dari tahun 2010 hingga tahun 2014 mengalami penurunan jumlahnya walaupun sedikit prosentasenya, dan di tahun 2015 mengalami kenaikan yang angkanya terdapat 53 persen mengandung zat kimia dan bakteri yang berbahaya.
Dalam contoh makanan yang banyak mengandung bahan makanan tambahan yang membahayakan diantaranya yang mengandung bahan berbahaya seperti arum manis, cone es krim, kue mohong, lanting warna, bakso goreng, cireng. Yang melebihi batas diantaranya tempura warna warni, sosis goreng, minuman warna-warni dan masih banyak lagi.
Seminar seperti ini menurut salah satu peserta dari TK Imogiri Monik memgungkapkan sangat bermanfaat karena bisa lebih berhati-hati dalam membeli makanan dan jajanan untuk anaknya dan bisa mengarahkan pedagang makanan yang suka mangkat di sekolahnya untuk menjual makanan yang lebih sehat. (Sit)