Kesetiakawanan Sosial Dalam Islam

Kesetiakawanan Sosial Dalam Islam adalah tema pengajian rutin ASN, TNI/POLRI, BUMD dan BUMN Kabupaten Bantul di Masjid Agung Bantul yang disampaikan oleh Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Bantul Drs. H. Ustadz Buchori Muslim M Pd. I, Selasa (6/12).

Dalam tausiyahnya ustadz Buichori Muslim menerangkan bahwa umat Islam harus mempunyai kesetiakawanan yang tinggi, baik kepada keluarga, tetangga, teman bahkan orang yang berbeda agama. "Karena Alloh SWT dalam Firman-Nya mengatakan , cintailah keluargamu, kerabatmu, tetanggamu dan teman sejawatmu seperti mencintai diri sendiri," jelasnya.

Bahkan Alloh SWT sangat melarang sifat-sifat sombong seperti yang dipunyai iblis. Kesombongan iblis membawa mala petaka terhadap dirinya sendiri, karena dia merasa lebih mulia yang tercipta dari api tidak mau bersujud kepada Adam yang dibuat dari tanah. Maka iblis dilaknat oleh Alloh SWT tidak akan diampuni kesombongannya dan akan dimasukkan di neraka pada hari kiamat nanti.

Begitu pula Adam yang selalu tunduk kepada perintah Alloh SWT diberi ampunan dari-Nya serta mendapat kelimpahan Ramha-Nya. Bahkan nanti di hari ahir akan dihadiahi surga yang penuh kenikmatan. Serta orang-orang yang beriman dijanjikan Alloh pasti akan masuk surga.

Acara pengajian dihadiri pula oleh Bupati Bantul Drs. Suharsono didampingi Ptl. Asisten Pemerintahan Bambang Guritno, SH, perwakilan Forkompinda kabupaten Bantul.

Dalam berperilaku di keluarga ustadz Buchori Muslim mencotohkan suami harus bisa menjadi Mengkayani, pengayom, pengayem, pendidik dan pembimbing dalam keluarga. Istri juga harus bisa menjalankan fungsi se baik-baiknya agar anak-anaknya menjadi solih dan solihah serta keluarga menjadi sakinah, mawaddah wa rahmah.

Rausulullah SAW menegaskan pula dalam hadisnya bahwa 'sebaik-baik umatku adalah yang banyak memberikan manfaat kepada yang lainnya'. (Sit)

Berbagi:

Pos Terbaru :